Latest Entries »

Penyiar Radio

Menjadi Penyiar Radio dalam mata acara Cerita Anak Minggu Pagi di Radio Istiqamah ( Rista) Arun 1990 -1994 Lhokseumawe

Menjadi Penyiar Radio dalam mata acara Cerita Anak Minggu Pagi di Radio Istiqamah ( Rista) Arun 1990 -1994 Lhokseumawe

Perpisahan TK Arun

2015-05-23 10.24.59

 

Hari Sabtu (23/5) berlangsung acara perpisahan murid TK Arun dengan guru-guru mereka. Acara mereka dipusatkan di gedung Multi Purpose Building PT Arun Lhokseumawe. Turut hadir Supervisor Arun, Komite TK Arun, Kepala TK Arun, Kepala TK Kecamatan Muara Satu dan Dua, Kepala SD, SMP, SMA Mosa, dan Direktur Pendidikan Yapena

Dari kelompok A mengucapkan selamat jalan kepada abang dan kakak dan  berdoa kepada Allah semoga kakak dan abang sukses, selama di SD nanti menjadi anak yag pinter, berprestasi, dan berbakti kepada orang tua, nusa bangsa dan mohon maaf  mungkin selama bergaul di TK.

Sementara itu dari kelompok B mengucapkan terima kasih kepada guru-guru yang telah mendidik mereka menghitung dan membaca, membaca surat pendek, doa seharihari. Ia berpesan untuk adik-adik supaya rajin belajar, patuh kepada ibu guru

Acara perpisahan ini diisi dengan alfatihah Siti Sila Nazifa dan saritilawah Maula Dafa Haritisa,  ranup lampuan, kata selamat tinggal dan selamat jalan, tari ABATASA, nyanian, tari Padang, sanjak, tari topade, kreasi baru, nyanyian bersama dari kelompok B,  wisuda, pemberian hadiah bagi murid berprestasi, pengukuhan wisudawan.(hR081)

Kepala SMPN Arun Drs. Muhammad tengah memberikan hadiah kepada siswa berprestasi pada acara Gebyar SMP Arun di Multi Sabtu (23/5) malam

Kepala SMPN Arun Drs. Muhammad tengah memberikan hadiah kepada siswa berprestasi pada acara Gebyar SMP Arun di Multi Sabtu (23/5) malam

Lewat lantunan ayat Al Quran yang dibacakan mendayu-dayu dimulai acara Gebyar SMPN Arun sebagai ajang silaturrahmi antara OSIS, siswa SMPN Arun dengan guru-guru dan warga sekolah yang melibatkan 146 siswa kelas IX. Acara itu dilaksanakan di gedung Multi Purpose Building PT Arun pada Sabtu (23/5) malam.

Menurut ketua panitia Inayati yang juga Ketua OSIS SMPN Arun acara ini terelenggara berkat kesiapan panitia OSIS tahun 2015/2016 beserta dukungan bapak ibu guru dan orang tua siswa. Pihak panitia juga menyampaikan terima kasih kepada para undangan atas terselenggaranya acara tersebut.hal itu. Hal itu disampaikannya di depan   Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Lhokseumawe, Komite Sekolah, Manajeent PT Arun, Kepala MTs Yapena, Kepala SMPN Arun, Wakil Kepala Sekolah, guru-guru SMPN Arun, dan para siswa.

Muhammad Ichsan Farhan mewakili siswa kelas IX mengatakan tanpa terasa tiga tahun berlalu, masih teringat kami mulai aktivtas di SMPN Arun,  menerima pelajaran berharga yang tak dapat dilupakan, baik seni maupun pengetahuan bersama guru. Mereka juga berterima kasih kepada guru yang sangat baik dan tidak pilih kasih, sangat sabar tanpa rta mengenal lelah dalam mentransfer ilmunya, dan berpesan agar adik-adik  rajin belajar baik iptek dan imtak, patuh pada orang tua, serta berdoa semoga bapak ibu diberi kekuatan dan kesehatan olah Allah.

Kepala SMP Arun Drs. Muhammad mengajak dan mengimbau anak didiknya untuk tidak menyebut malam perpisahan, melainkan malam gebyar SMPN Arun,karena malam ini banyak disajikan acara hiburan hasil gemblengan bapak ibu guru selama berbulan-bulan.

Dari 146 siswa kelas IX, bermacam-macam keahliannya, bermacam pula prestasinya yang telah dibawa ke tingkat provinsi maupun nasional. Secara akademik, mulai malam ini mereka tinggalkan SMPN Arun untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Ini anak selama tiga tahun menjadi anak yang tahu diri, sadar betul, terbukti ketika anak sampai di sekolah nggak pernah yang namanya mengambil harta yang bukan miliknya, menghargai orang lain.

Terima kasih kepada wali murid yang telah menitipkan anaknya selama tiga tahun kepada pihak sekolah.

WISUDA SANTRI DAMORA

Sebanyak 59 santri terdiri dari 30 santri putra dan 29 santri putri Dayah Modern Yapena, Minggu (19/4) bertempat di Multi Purpose Building Arun Lhokseumawe menerima penghargaan sekaligus pengukuhan wisuda angkatan IV 2014/2015 dari Pimpinan Dayah Arun Zainal Yacob, didampingi Direktur Pendidikan Dayah Drs. Bachtiar Yusuf, MBA. dan Kepala Madrasah Aliah ustad Khamdun Fadhil, Lc.

Pimpinan Damora itu melalui  Direktur Pendidikan Dayah Drs. Bachtiar Yusuf, MBA, di depan Kepala Madrasah Aliyah ustad Khamdun Fadhil, Lc., Ketua BDI Arun Effendi AR, Presiden Direktur PT Arun, Walikota Lhokseumawe, Kapolres, Kapolsek Muara Satu Lhokseumawe, Kemenag Lhokseumawe, orang tua wali santri, para wisudawan, serta santriwan dan santriwati, beliau mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang telah hadir memenuhi undangan, dan berharap jadikanlah acara wisuda ini sebagai tonggak untuk menjadikan santri Dayah Modern Yapena lebih dikenal masyarakat dengan pribadi yang teladan, dan dapat menjadi imam di lingkungan keluarga. Apalagi santri yang diwisuda ini merupakan angkatan pertama yang benar-benar anak dayah setelah enam tahun mengikuti pendidikan di Damora ini.

Suasana wisuda tampak haru biru begitu nama-nama santri disebut dan dipanggil satu-satu oleh pembawa acara Muhammad Hibban dan Jauhari Hasman untuk menerima penghargaan dari Pimpinan Dayah Zainal Yacob dan ustad Kepala Madrasah Aliyah Khamdun Fadhil, Lc dengan harapan dapat menjadi  santri teladan di tengah-tengah masyarakat seperti yang dikatakan Direktur Pendidikan Dayah Drs. Bachtiar Yusuf, MBA yang didahului pembacaan kitab suci oleh salah satu satriwati terbaik Nurvadillah.

Sementara itu Efendi  AR selaku Ketua BDI berharap agar bisa menjadi contoh teladan ke depan, di luar sana tantangan lebih banyak, jadikalah diri anak-anak leaderchip bagi lingkungan, menjadi anak yang sholeh, orang berilmu yang bermanfaat, dan hendaknya tidak hanya lulus di Presiden University, tetapi juga di IAIN sesuai jurusan yang dipilih.

Acara ini juga telah memberikan apresiasi terhadap para santri yang telah berprestasi, baik untuk sekolah maupun keluarganya. Di antaranya 1. Nanda Ani Safitri nilai 94,46 dengan predikat istimewa  2. Rusba Saputra Rivensky nilai 94,35 dengan predikat istimewa, 3 Lutfhina nilai 94,25 dengan predikat istimewa.(hR.081)

Tampak Rusli Abdah tengah membimbing para santri dalam pelatihan jurnalistik di Damora Arun Lhokseumawe

Tampak Rusli Abdah tengah membimbing para santri dalam pelatihan jurnalistik di Damora Arun Lhokseumawe

Sebanyak 500 orang pelajar santriwan dan santriwati Dayah Modern Arun belajar jurnalistik dari wartawan senior haba Rakyat di pondok dayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan materi kejurnalistikan tentang bagaimana cara membuat sebuah berita yang menarik bagi pembaca dengan menggunakan rumus 5w+h. Materi ini diberikan oleh wartawan senior Rusli Abdah dan Burhanuddin Ilyas pada Kamis (5/3) di santri Damora Yapena jalan Cilacap Komplek PT Arun Lhokseumawe.

Pelatihan ini dipandu, yang di kalangan santri Damora disapa Papa Nori semakin menarik tatkala ditampilkan dengan permainan yang membuat peserta beriang sorak. Belum ada pelatihan macam begini, pokoknya semua senang, terkadang menegangkan. Terlebih lagi pembicaranya sengaja didatangkan khusus dari Langsa untuk para santri,ucapnya.

Dengan kematangan di bidang kewartawannya Rusli Abdah didampingi Burhanuddin Ilyas, Kepala MTs Muhammad Rizal, Lc. mengatakan Kamis (5/3) bahwa anak Dayah Yapena semua santrinya bisa menulis, menuangkan kata-kata itu tidak mudah, perlu persiapan yang benar-benar kompleks. Hanya saja, untuk mengetahui sebuah berita itu layak atau tidak, dibutuhkan kemahiran oleh seorang wartawan. Sebab, tidak semua orang tahu bagaimana sebenarnya menulis berita dengan rumus 5w+h.

Dalam rumus 5w+h, menjelaskan atau menerangkan bahwa w1-w5 itu adalah ketentuan di dalam penulisan berita yang dikonstruksikan kepada masyarakat melalui media masa seperti surat kabar, baik harian maupun mingguan, tabloit, majalah, dan bulletin, ujarnya.

Begitu menariknya penjelasan Rusli Abdah sebagai narasumber hari itu, hingga memunculkan berbagai pertanyaan yang diajukan  peserta pelatihan, di antaranya Reza menanyakan adakah batasan waktu bagi seseorang mengirimkan beritanya ke haba Rakyat, Gina Gafiera bertanya apakah  berita yang kita kirim itu bisa dimuat jika terdapat kesalahan penulisan dan  bagaimana memperbaiki. Setelah mendapat jawaban narasumber dengan hati puas, anak-anak Damora itu pun meninggalkan aula kemudian kembali ke kelas pukul 10.30 untuk melanjutkan pelajarannya. (081)

 

Ibnu Syakir

Ibnu Syakir

Siapapun tak ingin sakit, siapapun tak ingin diamputasi karena diabetes. Itulah yang dirasakan kini oleh Ibnu Syakir sebagai saksi hidup atas penyakit yang dideritanya. Sudah berulang kali dibawa ke rumah sakit, bahkan telah diamputasi, belum juga sembuh. Mau dibawa ke mana lagi? Itulah kata-kata yang terlontar dari mulut lelaki, Syakir, saat ditemui haba Rakyat Minggu (18/1) siang di klinik pengobatan Al Qaaf Lhokseumawe.

Lelaki ini menuturkan pada awalnya tidak mengetahui kalau dirinya kena penyakit gula. Dulunya beliau ini suka ke ladangnya, suka haus, sering buang air kecil,  kata lelaki yang bekerja sebagai guru. Lalu dibawalah ke rumah sakit. Itu dulu, setelah tiga tahun ketahuan dia penyakit gula. Repotlah dia. Katanya kena keong emas, tergores sedikit aja, diobatilahkan. Kalau   sakit berobat, nggak tahunya sudah mulai bengkak kakinya.

Ibnu Syakir salah seorang guru SMK Beringin kota Lhokseumawe menjadi saksi. Dia harus sembuh bagaimana caranya.  Karena  bengkak kakinya dan bernanah, ia sudah empat kali berobat, dan diamputasi di salah satu rumah sakit Lhokseumawe, dan hasilnya minta mau diamputasi lagi. Semakin lama bukannya sembuh, malah sakit lagi, lalu dia pulang dan tidak mau diamputasi.

Untunglah ada Umi (istri dari T.Usman) ketemu dan dibawa oleh keluarganya, disarankan dibawa  ke klinik sehat Al Qaaf, klinik pengobatan harbal. Pada malam harinya setelah mendapat perawatan, beberapa jam kemudian, sudah bisa tidur dengan nyenyak. Sejak saat itu, dia putuskan untuk berobat dan menginap di klinik tersebut.

Ibnu Syakir (kiri) saat wawancara dengan haba Rakat didampingi T.Usman di Klinik Sehat Al Qaaf

Ibnu Syakir (kiri) saat wawancara dengan haba Rakyat didampingi T.Usman (berdiri) di Klinik Sehat Al Qaaf

Pak Syakir tadi, mulanya dia tidak yakin, karena dia lihat di situ obatnya adalah rempah-rempah. Memang suatu penyakit dapat sembuh bila kita yakin ada yang menyembuhkan. Setiap penyakit ada obatnya, ingat Allah.  Tapi  setelah mendapat perawatan  kondisinya sudah berubah, rasa sakit dan nyeri pada tulang tidak ada lagi. Oleh karena itu, dia terus melanjutkan perawatan, sudah bisa jalan meskipun pakai tongkat. Maklum kaki kanannya sudah diamputasi. Sekarang sudah biasa lagi, gulanya sudah normal, ucap Syakir telah bisa tersenyum seperti semula.

Bagi anda yang terkena penyakit luka diabetes, tekanan darah tinggi, dan tumor, atau serangan lambung, segeralah bawa diri anda ke Klinik Sehat Al Qaaf jalan Maharaja Mon Geudong Kota Lhokseumawe. Telp 0852 H7769 1091. Anda bisa rawat dan inap di situ. Obatnya tidak dijual di tempat lain. Sebelum terlambat, jagalah kesehatan tubuh anda, seperti saudara kita yang dari Lhokseumawe, Geudong, Bireuen, bahkan dari Sumatera Utara. Insya Allah sembuh seperti diri saya ini, akunya. (Ridha Nori)

 

 

IMG_20150118_113948

Penyakit diabetes tergolong penyakit berbahaya, amat ditakuti oleh setiap warga masyarakat Indonesia. Semua yang pernah merasakan bahkan mengalaminya sendiri, pasti akan merasa sedih, bersalah, sebab tidak ada lagi yang bisa dikerjakannya. Orang berduit sudah tentu akan mengobatinya meskipun dengan uang yang tidak sedikit. Tapi, bagi si miskin bagaimana? Pasti akan menjerit dan mencari pegobatan ke manapun jauhnya. Alamak, siap-siap diamputasi. Kini “Stop  Amputasi”, pengobatannya telah ada dan sembuh. di Klinik Sehat, Lhokseumawe, Minggu (18/1). Berikut petikan wawancara haba Rakyat dengan pemili klinik tersebut.

Pak T. Usman pemilik klinik tersebut. Beliau mengatakan bahwa diabetes, tekanan darah tinggi, dan tumor merupakan penyakt. Banyak pasien yang menderita serangan penyakit tersebut gagal disembuhkan di rumah sakit. Ada yang berpedapat bahwa penyakit  jenis itu adalah penyakit kutukan. Pendapat salah itu muncul mungkin karena telah diupayakan, namun tak pernah ada solusi yang tepat.

“Apakah di klinik Bapak di sini, ada solusinya, bisakah Bapak menceritakaknnya  ?” tanya haba Rakyat.

Dewasa ini, diabetes, tekanan darah tinggi, dan tumor, atau serangan lambung  adalah kata- kata yang paling mengerikan bila didengar. Sebaliknya, di dunia kesehatan Islam, diabetes, tekanan darah tinggi, dan tumor, atau serangan lambung bukanlah kata-kata menakutkan, sebab para pakar keislaman mengatakan bahwa penyakit-penyakit tersebut adalah penyakit impor. Seandainya kita bukan orang yang demam impor, mungkin akan selamat dari serangan penyakit semacam itu.

Maksudnya itu apa, Pak ?

Mengapa dulu sebelum orang mengenal makanan-makanan modern seperti dewasa ini, bisa saja tidak terserang penyakit gila itu, bahkan rumah sakit tidak seramai  saat ini.

Mengapa sekarang rumah sakit yang dulunya luas menjadi sempit dan padat dengan pasien?

Saksi Hidup yang Sudah Sembuh dari Luka Diabetes

Saksi Hidup yang Sudah Sembuh dari Luka Diabetes

Sebenarnya ini harus menjadi bahan pertimbangan sebagai barometer untuk membandingkan mengapa orang-orang sebelum mengenal makanan  modern tidak terserang penyakit jenis itu. Demikian kata sejumlah pakar kesehatan Islam di tempat prakteknya di Klinik Sehat Jalan Maharaja  Mon Geudong Lhokseumawe kepada media ini.

Apakah mereka diberi obat herbal, Pak ?

Menurut mereka penyakit-penyakit seperti itu harus ditangani dengan obat-obat herbal. Pasien harus dijauhkan dari makanan-makanan modern. Kalau langkah ini tidak ditempuh, sulit disemubuhkan.

Berapa sudah pasien yang sudah berobat kemari, bagaimana pula tindak lanjut dari klinik yang Bapak pimpin terhadap orang – orang yang sakit?

Jika ada anggota keluarga anda yang terserang penyakit diabetes yang sudah luka, tekanan darah tinggi, dan tumor, atau serangan lambung, mohon jangan diamputasi. Kami di Klinik Sehat Al Qaaf ini siap membantu, mudah-mudahan dengan izin Allah sembuh dan kesehatan kembali normal. Kalau pasien sudah 10 orang dan sembuh beneran.

Benar sekali apa yang dikatakan Pak T. Usman. Berdasarkan amatan habaRakyat memang terdapat orang di sekitar klinik tampak telah sembuh dari penyakit menakutkan itu, bahkan ada orang sedang menjalani pengobatan.

Ibnu Syakir salah seorang guru SMK Beringin kota Lhokseumawe mengatakan, sudah empat kali berobat dan diamputasi di salah satu rumah sakit Lhokseumawe dan hasilnya minta diamputasi lagi. Semakin lama bukannya sembuh, malah sakit lagi, lalu dia pulang dan tidak mau diamputasi. Dan dibawa oleh keluarga ke klinik sehat Al Qaaf. Pada malam harinya setelah mendapat perawatan, sudah bisa tidur dengan nyenyak.

Mengenai obatnya, apa ada dijual bebas, Pak ?

Obatnya tidak dijual bebas, sesuai pesan dokter yang menemukan obat. Kalau ada pasien yang sakit, diobati di sini, nginap di sini, saya yang merawat langsung, kalau habis nanti beliau kemari, ujar Pak T. Usman.

Klinik Sehat Al Qaaf Jalan Maharaja 125 Lhokseumawe

Klinik Sehat Al Qaaf Jalan Maharaja 125 Lhokseumawe

Pak Syakir , mulanya dia tidak yakin, karena dia lihat di situ obatnya adalah rempah-rempah, tapi setelah mendapat perawatan  kondisinya sudah berubah, rasa sakit dan nyeri pada tulang tidak ada lagi. Oleh karena itu, dia terus melanjutkan perawatan, sudah bisa jalan meskipun pakai tongkat. Maklum kaki kanannya sudah diamputasi. Sekarang sudah biasa lagi, gulanya sudah normal, ucap T. Usman bangga meliihat pasiennya Syakir telah bisa sumringah lagi.

Sekarang terpulang sama kita, kita mau sembuh atau tidak. Kini saatnya kita pelihara kesehatan diri kita. Anda mau diaputasi..? kalau  tidak, datanglah ke Klinik Sehat jalan Maharaja 125 Mon Geudong Lhokseumawe Aceh.   Telp : 0823 6891 9977,  0852 7769 1091. Insya Allah sembuh dan kembali mormal. (Ridha Nori)

Hujan

Hujan …. Hujan …. Hujan …. Hujan….

Di mana-mana adanya hujan

Desa kota basah kena hujan

Apes bagiku karena hujan

Hujan turun berkah Illahi

Hujan turun basahi bumi

Alangkah senang hati petani

Berkat hujan hidupnya berbagi

Hujan kau datang lagi

Kini kedatanganmu tak terampuni

Kau guyur lebat sekali

Sampai si kecil berlomba mandi

 

 

Hujan lagi hujan lagi

Ada yang senang ada yang rugi

Seperti Desember bulan ini

Air meluap ke pelosok negeri

Jangan kita saling menyalahkan

Jangan kita tuding-tudingan

Hujan datang tak terbatahkan

Sebab ini kuasa Tuhan

Ridha Nori

Lhokseumawe, 25  Desember 2014

06.00

Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru SMP untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengambil tema besar Kegiatan Pengembangan Mutu dan Kualitas Program Pendidikan Bagian Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Tingkat Provinsi Aceh berlangsung selama 4 hari   dari 8 -13 Desember 2015 di Hotel Grand Aceh Syariah. Kegiatan tersebut menampilkan pembicara  Dra. Rostina Thaib, M.Hum.,Muhammad Iqbal, S.Pd. S.H., M. Hum., Subhyani, S.Pd.,M.Pd., Drs. Yusri Yusuf, M.Pd., Drs. Denni Iskandar, M.Pd., dan Dr. Mohd. Harun M.Pd.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi masukan bagi peserta dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga materi yang disampaikan berguna bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.  Apa yang dialami tiap peserta, yang dirasakan,  bagaimana pendidik seharusnya menyampaikan materi kepada siswa, lebih mudah dimengarti dan tepat sasaran.

Penjelasan    Dra. Rostina Thaib mengatakan bahwa dalam mentranfer ilmu kepada anak didik, kita harus menyeluruh, kita harus tuntas.  Sebab  dalam berkomunikasi dengan orang lain, kita selalu menggunakan kalimat sebagai perantara untuk menyampaikan gagasan. Kalimat yang digunakan haruslah yang baik hingga dapat dipahami dengan baik oleh orang lain. Inilah tugas tantangan yang diemban guru bahasa Indonesia.

Keberhasilan guru dalam menyampaikan pelajaran di sekolah, sangat tergantung dari guru-guru itu  sendiri, di sini guru bahasa sebagai ujug tombak, sebab bahasa Indonesia adalah wahana pengetahuan. Karena dengan bahasa, kita pelajari semua ilmu pengetahuan.

Guru tidak perlu cemas dengan adanya kurikulum 2013 apalagi guru bahasa Indonesia. Kurikulum 2013 itu bukan hal baru, melainkan  penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Yang dituntut di sini bukanlah bagaimana guru mengajar, melainkan bagaimana siswa belajar mempraktikan ilmu yang diperoleh  di dunia, dunia yang sebenarnya berdasarkan fakta, anak sebenarnya mencari jawaban sendiri dari caranya belajar.

Di sisi lain, Drs. Denni Iskandar, M.Pd. menguraikan secara gamblang model-model  pembelajaran yang digunakan   dalam kurikulum 2013, di antaranya model jigsaw dengan contoh yang sungguh menarik, dan picture and picture yang membuka daya cipta masing-masing peserta, model menghitung cepat membaca, model debat, model problem based instuksion, dan sebagainya.

Pelatihan penguatan kurikulum  berakhir tanggal 13 Desember 2014 dengan sambutan ketua panitia sembari berharap tiap peserta dapat memberikan pembekalan kepada guru-guru di kota masing-masing.(hr081)

Lomba Jurnalis Nasional

                Tiga pelajar SMP wakili Aceh ke LKJS jurnalistik tingkat nasional Jogyakarta dari tanggal 18 – 23 November. Mereka adalah Salman, Raju, dan Riski Amrin. Ketiganya masih duduk di kelas IX SMP Negeri Arun Lhokseumawe.

                Menurut Mulyo selaku pembimbing mereka, ketiga anak didiknya akan berlega di daerah Jogyakarta melawan seluruh daerah yang ada di Indonesia. Aceh diwakili Pidie dan Lhokseumawe yaitu dari SMP Negeri Arun. Ketiganya akan menghadapi tugas berat, sebagai pimpinan redaksi, pewawancara, dan pendesign bulletin yang mereka rancang. Anak-anak akan mempresetasikan hasil karya mereka di depan para juri dan wawancara tentang seluk beluk menulis berita, khususnya bulletin sekolah.

                Ketiga anak SMP ini merasa sangat bangga bisa mewakili Aceh ke tingkat nasional di Jogyakarta. Kerja mereka selama ini terbayar sudah. Rasanya tidaklah sia-sia meskipun pulang sekolah telat sampai menjelang magrib. Anak-anak Arun ini akan tetap berjuang di tingkat nasional. Ini adalah pengalaman hidup pertama buat mereka. Di samping itu juga mereka tentunya sudah mempersiapkan diri dengan baik, belajar sendiri mengenai jurnalistik, baik sebagai redaksi, fotografer, dan editor. Semua itu dilakukan untuk membawa nama baik sekolah ke tingkat nasional dan tentunya dengan pembimbing mereka Pak Mulyo.(Ridha Nori)

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.