Latest Entries »

Pentas Seni SMP Arun

Kadidikpora Lhokseumawe melepas balon ke udara pertanda Pentas Seni 2016 SMP Negeri Arun dimulai, Sabtu (23/1) di lapangan basket jalan Cilacap PT Arun Batuphat

Kadidikpora Lhokseumawe melepas balon ke udara pertanda Pentas Seni 2016 SMP Negeri Arun dimulai, Sabtu (23/1) di lapangan basket jalan Cilacap PT Arun Batuphat

Lewat lantunan gerakan tari Ranup Lampuan yang aduhai, diiringi musik yang mendayu-dayu dimulailah acara Pentas Seni SMPN Arun 2016 sebagai ajang pembuktian  siswa SMPN Arun telah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan  yang melibatkan seluruh siswa  kelas VII, VIII, IX SMP Negeri Arun berlangsung di lapangan basket SMP Negeri Arun pada Sabtu (23/1).

Acara  ini terselenggara berkat kesiapan panitia OSIS tahun 2015/2016 beserta dukungan bapak ibu guru dan para orang tua siswa. Mereka  juga menyampaikan terima kasih kepada para undangan atas terselenggaranya acara tersebut. 2016-01-23 09.47.47 Hadir dalam acara itu Komite Sekolah, yang mewakili Camat Muara Satu,  Keucik Batuphat Timur, Kepala SMA MOSA Arun, Kepala SMPN Arun, Wakil Kepala Sekolah, guru-guru SMPN Arun, orang tua walimurid, dan para siswa serta undangan lainnya.
2016-01-23 11.13.48Kepala SMP Arun Drs. Muhammad mengajak dan mengimbau anak didiknya untuk tetap kompak sebagai mana telah kalian tunjukkan pada saat latihan, acara tersebut selain membina kreativitas anak dalam menari juga sekaligus untuk memperkenalkan sekolahnya kepada masyarakat. Ini lho salah satu sekolah SMP favorit yang ada di Lhokseumawe, sedang unjuk kebolehan, mereka tidak hanya sekedar latihan sampai sore, namun anak-anak bisa tampil di depan orang tuanya bahkan masyarakat.

Sementara itu Komite Sekolah yang diwakili Dr. Wesley amat mendukung semua kebijakan, tindakan, dan latihan, apalagi yang bisa membawa harum  nama sekolah SMP Negeri Arun  dan dikenal masyarakat Indonesia setelah lebih dulu menyambutnya dengan yel-yel yang terkenal di SMP Negeri Arun.2016-01-23 11.14.57

Acara yang  dibuka secara resmi oeh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lhokseumawe dengan melepas balon ke udara ini meliputi sulap, stand  up komedi, dance, band, drama, tarian kecek-kecek,  vocal group, kolintang, musikalisasi puisi,  pameran pendidikan yang menampilkan karya siswa, bazar, pameran alat musik, dan berbagai jenis perlombaan seperti melukis batik Aceh, fasion show, dan cipta teknologi.

Pentas seni ini menggunakan tenda besar sebagai panggung utama, tenda-tenda tempat pameran pendidikan dan pameran alat musik di aula sekolah, dan tempat menyediakan bazar amal. (hR081)

 

 

 

Investasi asset Green Property

Mursalin sedang menjelaskan tentang menanam pohon Jabon yang menguntungkan  kusus bagi masyarakat  di Orange Kopi Lhokseumawe, Minggu (22/11)

Mursalin sedang menjelaskan tentang menanam pohon Jabon yang menguntungkan kusus bagi masyarakat di Orange Kopi Lhokseumawe, Minggu (22/11)

Hijaukan Negeri dengan menanam pohon serta untuk berinvestasi demi mempersiapkan pendidikan anak sungguh menarik untuk diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat Lhokseumawe. Selain memupuk persaudaraan yang lebih kental, kegiatan simple simpanan pelajar dengan hanya sekali menabung ini membantu orang tanpa perlu bekerja keras. Pelaksanaannya berlangsung di Orange Kopi, Minggu (22/11) Lhokseumawe menghadirkan pemakalah Mursalin dan Saifullah.

Peluang bisnis terbaik ini menurut Mursalin disediakan untuk anggota masyarakat dunia, bukan hanya Indonesia. Setiap orang dapat menjadi anggota mulai keluarga, ayah, ibu,  masyarakat luas, tak memandang usia. Hari ini green warior mengundang bapak dan ibu untuk berpartisipasi  bergabung menjadi orang yang turut menghijaukan negeri dengan menanam pohon serta asset peningkatan ekonomi keluarga.

Pilihan bisnis ini jatuh kepada pohon jabon. Pohon jabon memiliki keistimewaan di antaranya banyak menghasilkan oksigen, cepat tumbuhnya 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, dan yang paling penting panennya yang menggiurkan. Kalau sudah 6 tahun, hasilnya bapak, ibu ambil dan tunasnya bisa ditanam kembali.

Ketika seorang peserta bertanya, di manakah kebunya, apakah kita turut menanamnya? Dijawab Mursalin, ada di Jawa Barat, saya sudah melihat sendiri, nama dan pohonnya, serta pemiliknya sesuai dengan  ketika bapak ibu mendaftar sebagai pesertanya. Bukan itu saja, bisnis menguntungkan ini dilengkapi materai, diteken oleh notaries, tercatat juga di BKPM Badan Koordinasi Penanaman Modal dan bersertivikat resmi.

Selain itu, bisnis Investasi asset Green Property menawarkan menabung dengan menanam pohon di antaranya green warrior pro, hektaran pro,  paket jumbo special, paket pendidikan dan badah haji, jalan – jalan ke mancanegara, dan DP GWS squad. Sungguh ini bisnis yang menggiurkan, nggak perlu kerja keras, nyata dan menguntungkan. Siapa mau gabung ? (hR081)

Ketua Badan Dayah Provinsi Aceh Drsm Muh. Natsir menutup acara Risalah Andalusia 2015

Ketua Badan Dayah Provinsi Aceh Drs. Muh. Natsir menutup acara Risalah Andalusia 2015

Malam Penganugerahan Risalah Andalusia 2015 yang digagas oleh Osdamor berlangsung dari tanggal 12-15 Oktober 2015 di gedung Auditorium Arun Famili Club (AFC) jalan Balikpapan  Lhokseumawe berjalan dengan meriah, Kamis (15/10) malam.  Hadir dalam acara itu Ketua Badan Dayah  Aceh diwakili Drs. Muhammad Natsir, Ketua BDI Efendi   AR, Kakanmenag Lhokseumawe, Pimpinan Dayah H. Zainal Yakob, Direktur Pendidikan Dayah H. Bachtiar Yusuf, dewan juri perlombaan, ustad dan ustazah, para santri peserta tingkat SMP/MTs dan SMA/MA se-Aceh, dengan sponsor utama Dayah Modern Arun, Bank Mandiri, BNI Syariah, Bank BRI, BDI dan Humas Arun, Pertamina, dr. Rachmawati, Semen Padang, Sinar Arun, dan para walisantri Acara penutupannya didahului pembacaan ayat suci Al Quran Muhammad Habil  Arsal.2015-10-15 23.35.37

Kegiatan yang melibatkan 300 peserta dari seluruh Aceh ini  dilaksanakan dalam rangka kepedulian pihak Osdamor  terhadap remaja Aceh menghadapi hidup pergaulan bebas yang akhir-akhir ini kian meresahkan. Menyadari akan pentingnya pemahaman konsep penyelarasan antar agama, ilmu pengetahuan, seni, teknologi, budaya, bahasa, serta bazaar adalam diri rekan-rekan kita satukan dalam 2015-10-15 22.52.30acara Risalah 2015 (Religion, Science, and Art Bilingual, Championship) dengan tema Sejarah Peradaban Islam Adalusia.   Penanaman konsep tersebut harus dilaksanakan sejak dini, demikian laporan Ketua Panitia M. Ilham Aznun.

Kegiatan akbar tahunan ini memperlombakan Risalah Speech Contest Arabic tingkat SMP sederajat 8 sekolah, SMA sederajat 20 peserta, English MTs dan MA 36 peserta, Risalah Islamic Nashed 19 tim,  Musabaqah Tsaqafah Islamiah 9 peserta, Risalah Debat Contest Arab 11 sekolah, Risalah Debat Contest English 20 sekolah.2015-10-15 22.21.23

Zainal Yakob Pimpinan Dayah itu mengatakan sebagai generasi muda kita harus bersungguh-sungguh dan jangan menyia-nyiakan waktu dengan percuma, kita harus bisa memisahkan antara waktu belajar dengan bermain sebagaimana Andalusia dulunya yang kita jadikan tema hari ini. Untuk menjadi negara maju tidak ada jalan lain kecuali melalui pendidikan. Pendidikan maju tidak hanya ilmu dunia saja, melainkan ilmu akhirat perlu.2015-10-15 20.43.11

Ketua Badan Dayah  Aceh diwakili Drs. Muhammad Natsir ketika menutup acara ini berkata  perlombaan ini  bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, seperti kata panitia, mengajarkan tema ini adalah sejarah, sejarah yang perlu bagi kita umat manusia untuk menjaga dan melestarikannya. Mudah-mudahan acara Risalah ini dapat mempererat silaturahmi antara sesama peserta. (hR081)

 

Nama pemenang lomba

Musabaqah Tsaqafah Islamiah

Juara Asal Nama Nilai Juri
1. Madrasah Ulumul Quran Langsa Farid Al Ghaffar

Imam Al Syaeukani

Naufal Romiz Maltuf

1225 Bahrul Walidin, S.Pd.I

Fachrurrazi, Lc

Daud Tugas Setiawan, S.Pd.I

2. Madrasah Tsanawiyah Swasta Omar Dian Aceh Besar Lutfia Natasya

Salsabila Chairunnisa Dienta

Putro Alifia

1050
3. Madrasah Tsanawiyah Ulumuddin Syauqas Ramadhan

Mudirul FR

Hizbullah Al Fasyimi

1000

 

Risalah Speech Contest Arabic MTs /SMP

Juara Asal Nama Nilai Juri
1. Madrasah Ulumul Quran Langsa Siraj Alhaq Alfiqari 560 Ahmadi Aslal, LC

T. Ridha Islamuddin, S.Kom

2. Madrasah Nurul Islam Amri Fitra 555
3. Madrasah Almuslimun Mohammad Aziz 530

Risalah Speech Contest Arabic MA/SMA

Juara Asal Nama Nilai Juri
1. MAN Peusangan Muazin 560
2. MAS Jabal Nur Fauzan Al Khalil 553
3. MAS Oemar Diyan Candra Hasbasyiah 530

Risalah Speech Contest English SMP/MTs

Juara Asal Nama Nilai Juri
1. MTs Almuslimun Zaid Fallah 575 Kurniawati, S.Pd

Zahratul  Idami, M.Pd

2. SMP Sukma Lhokseumawe Attaya Salsabila 560
3. MUQ Langsa Husna Mayaziza 553

Risalah Speech Contest English SMA/MA

Juara Asal Nama Nilai Juri
1. MAN Peusangan Ibnu Hajar 558 Kurniawati, S.Pd

Zahratul  Idami, M.Pd

2. SMA 1 Bireuen Suci Ramadhanti 549
3. MAS  Almuslimun Ria Febriani 545

hariRisalah Article Write Contest  SMA/MA

Juara Asal Nama Nilai Juri
1. MAS Riab Cut Nadya Riska 92 Husni Mubarak, Lc, M.A

Daud Tugas Setiawan, S.Pd.I

2. MAS Almuslimun Desi Aulia Pratama 88
3. MAS  Nurul Islam Budi Sutrisno 84

Risalah Article Write Contest  SMA/MA

Juara Asal Nama Nilai Juri
1. SMA 3 Putra Bangsa L.Sukon Ulil Amri 79 Bahrul Walidin, S.Pd.I

T. Azhari, S.P., M.Pd

Kurniawati, S.Pd.,M.Pd

2. SMA Lab School Unsiyah M. Syawaluddin 72
3.

 

Risalah Debate Contest Arabic dan English

Juara Tingkat MA Tingkat MA
1. MAS Omar Diyan MAS Ruhul Islam Anak Bangsa
2. MAS Misbahul Ulum SMAS Modal Bangsa Arun
3. MAS Nurul Islam SMA Unggul Aceh Timur

 

 

Pak Mulyo, S.Pd menyerahkan piala kejuaraan kepada Pak Drs. Muhammad sepulang mengikuti LKJS di Surakarta

Pak Mulyo, S.Pd menyerahkan piala kejuaraan kepada Pak Drs. Muhammad sepulang mengikuti LKJS di Surakarta

Satu lagi nomor yang paling ditunggu setiap peserta LKJS Nasional 2015, medali perak  diraih siswa SMP Negeri Arun dalam Lomba Karya Jurnalis Siswa (LKJS) tingkat nasional dari tanggal 5-9 Oktober 2015 bertempat di Sunan Hotel Solo, Surakarta.

Kepulangan dan keberhasilan anak-anak SMP Negeri Arun dengan membawa juara dua nasional 2015 disambut Kepala Sekolah SMP Negeri Arun Drs. Muhammad, guru-guru, dan siswa dalam satu upacara di halaman sekolah tersebut.LKJS 1

Mereka mendapatkan hadiah cukup besar, 12 jt rupiah sebagai hadiah pembinaan atas kerja kerasnya selama mengikuti lomba LKJS dan dapat dijadikan contoh untuk rekannya yang lain

Menurut Mulyo, S.Pd  pembina sekaligus guru pembimbing mereka, perolehan medali perak atau juara dua nasional bukanlah hal yang ringan, cukup berat saingannya. Mereka bertiga, Euis Putri Ramadhani, Nadia Jailani, Yuni Mawaddah, selama 5 hari di dalam perlombaan tidak boleh ketemu dengan pembinanya, anak-anak dikarantina.LKJS 3
Nggak cukup di situ, pada waktu dikarantina, mereka dibekali dan dibimbing oleh para wartawan nasional yang telah senior, bagaimana harus menulis berita yang sesungguhnya.(hR081)

Pulang membawaAzmiar kemenangan, apalagi sempat mengharumkan nama bangsa di kancah sepak bola nasional, membela Merah Putih di kancah internasional,  tentu amat membanggakan bagi povinsi, tetangga, dan keluarga tempat tinggal di mana kita berada. Sungguh, begitu  kembali dari negara tetangga, Muhammad Azmiar Al Qadri disambut orang tuanya dengan pelukan dan ciuman kasih sayang,  teman-teman mengelukannya bagaikan seorang pahlawan bertempur di medan laga. Begitu pula dengan guru-gurunya di sekolah.

Azmiar begitu teman-teman menyapanya, merupakan salah satu dari 24 orang ( 12 dari Aceh, 12 orang dari provinsi lainnya) yang membawa harum nama Indonesia di dunia sepakbola khususnya di ajang Borneo Cup 2015 dari tanggal 29 September – 3 Oktokber 2015, tim nasional Indonesia PSSI di bawah 12  tahun, mengukir sejarah dengan merebut juara pertama di Kota Kinabalu Malaysia.

Menurut Tim Nasional Indonesia PSSI di bawah 12  tahun, ketika berbincang dengan haba Rakyat di sekolahnya, SMP Negeri Arun, Jumat (9/10), Azmiar berhasil melesakkan tembakannya  5 gol dari seluruh pertandingan dan ia merasa bangga dapat mencetak gol untuk kemenangan tim Indonesia yang telah lama dinantikan.

Bersama sang pelatih yang beretangan dingin, Pak Samsul Bahri dari Bireuen, setiap kali berlatih, 4 kali dalam seminggu, bocah lelaki berperawakan kecil, yang tergabung dalam klub Posila (Persatuan Olahraga Seluruh Laoskala) yang dipusatkan di Lhokseumawe,  menerima latihan keras demi mengharumkan nama kedua orang tuanya, tanah kelahirannya Aceh, dan khususnya negeri yang begitu dicintainya Indonesia. Begitu pula yang ditunjukkannya ketika bersama Pak Deni Ketua Sepak Bola Anak Indonesia, anak ini tetap berlatih dengan tekun. Anak-anak Indonesia dikenal anak yang ngotot dalam bermain, kekompakannya tetap terjaga, solit, kebersamaan itulah kuci keberhasilan, katanya berkaca-kaca.

Ayahnya Asy’ar, Kepala SMA Negeri 2 dan ibu Kamariah seorang guru SMP Negeri 8 Lhokseumawe merasakan kebahagiaan yang amat dalam terhadap putra keempatnya ini. Sedari kecil lagi, Azmiar memang telah menggeluti permainan sepakbola. Konon kabarnya, skillnya bermain sepak bola menurun dari sang ayah. Sewaktu dulu dia sering lihat ayahnya bermain bola latihan di lapangan Rancong, masih di bawah panji-panji Guru SMA Tamansiswa LNG Arun. Sang ayah sering bermain untuk kebelasan sekolahnya itu. Kini dengan ditemani sang ayah, dia tetap berlatih bermain sepak bola yang menyenangkan.

Di ujung perbincangannya dengan haba Rakyat, dia mengaku selama ikut pertandingan dengan PSSI di bawah 12  tahun, Azmiar sempat mencicipi tinggal dan menginap di sekolah anak Indonesia Kota Kinabalu, Malaysia, kata Azmiar yang  tinggal dengan orang tuanya di Desa Batuphat Barat. (hR081)Azmiar

 

 

Tampak dua orang wartawan cilik tengah mewawancarai Bang Burhanuddin di pasar pagi Batuphat Lhokseumawe, Senin (5/10)

Tampak dua orang wartawan cilik tengah mewawancarai Bang Burhanuddin di pasar pagi Batuphat Lhokseumawe, Senin (5/10)

Baru-baru ini, tepatnya 5 Oktober 2015 SMP Negeri Arun kelas VII-E melaksanakan pembelajaan di luar kelas. Program kegiatan pembelajaran ini sebagai upaya  pelaksanaan implementasi dari kurikulum  2013 yang memang telah lama mereka lakukan. Program ini di antaranya juga untuk melatih siswanya terbiasa berkomunikasi dengan pihak luar terutama pihak pedagang pasar Batuphat Lhokseumawe. Kegiatan tersebut berlangsung siang hari pukul 12.45 WIB.

Di sela-sela kegiatan ini, pembimbing mereka Papanori mengatakan bahwa kegiatan pelaksanaan pembelajaran di luar kelas salah satunya untuk memperkenalkan siswanya bagaimana sebenarnya seorang wartawan dalam mencari berita. Mencari berita itu nggak mudah, di samping harus mahir dalam wawancara, mereka juga nantinya dituntut bisa membuat sebuah berita. Pulang dari pasar, mereka harus membuat beritanya walaupun itu nanti berita yang sederhana.

Siswa kelas VII-E berfoto bersama usai belajar di pasar pagi Batuphat

Siswa kelas VII-E berfoto bersama usai belajar di pasar pagi Batuphat

Anak-anak begitu antusias mengikuti, mendengarkan, melaksanakan arahan dan bimbingan dari gurunya. Mereka berbaris rapi dengan kelompoknya masing-masing. Terkadang terdengar tawa anak-anak memecah kesunyian. Anak-anak tampak gembira hari itu.

Sungguh  kegiatan yang menyenangkan, sarat makna, nggak bisa terulang kembali. Pokoknya belajar bahasa Indonesia hari ini mudah-mudahan kami bisa jadi wartawan sungguhan nantinya, seperti Bapak tadi, selain berdagang, ia juga seorang jurnalis, pokoknya belajar bahasa is the best, ujar Zahra Azizi salah seorang siswa VII-E di halte bis   mengakhiri kegiatan wawancara mereka di Pasar Pagi Batuphat.(hR081)

 

 

 

 

 

PERJALANAN   IBADAH  HAJI

DSC00438

Pada bulan Dzulhijjah banyak orang melakukan ibadah untuk berziarah ke Baitullah (Kakbah) di Masjidil Haram Makkah Arab Saudi. Mereka datang ke Masjidil Haram untuk melaksanakan berbagai amalan ibadah mulai dari ihram, wukuf, tawaf, sa’i dan amalan lainnya pada masa tertentu demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharapkan ridho-Nya.

Sesuai dengan buku petunjuk Doa, Zikir, dan Tanya Jawab Ibadah Haji yang diterbitkan Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, perjalanan melaksanakan ibadah haji dan umrah adalah perjalanan suci, di samping memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan memerlukan kesiapan fisik dan mental, serta pengetahuan tentang manasik,  wajib bagi yang mampu dan dilaksanakan sekali dalam seumur hidup. Antara ibadah haji dan umrah merupakan dua peribadatan yang masing-masing berdiri sendiri.

Tiap tahun bila musim haji tiba, masyarakat tampak tumpah ruah memadati Kota Makkah. Nggak tanggung-tanggung, mereka datang dari segala penjuru dunia. Orang yang datang pun dari lapisan masyarakat paling bawah hingga kedudukannya paling dihormati di negara masing-masing. Mulai dari Presiden, Perdana Menteri, hingga rakyat jelata sekali pun.DSC00387

Ibadah yang Dilakukan

Setelah melakukan perjalanan cukup melelahkan meninggalkan tanah air 8 jam lamanya, jemaah haji begitu tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi.   Di sini mereka manunggu 6 jam sampai lewat tengah malam untuk pengurusan administrasi. Selanjutnya meninggalkan Jeddah dan waktu subuh sampai di kota  Madinah.

Setibanya di kota Madinah, mereka tinggal di pemondokan yang jaraknya 500 meter – 2.500 meter dari Masjid Nabawi dan melakukan ibadah jamaah arbain yaitu shalat jamaah lima waktu secara berjamaah di Masjid Nabawi sebanyak empat puluh waktu  shalat ditambah dengan  sunat lainnya seperti membaca Al Quran, zikir, dan berdoa.

Di  Masjid Mikat Bir Ali, para jamaah calon haji, mandi dan berwudu, berpakaian ihram, shalat sunah dua rakaat dengan berdoa aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah untuk umrah. Selain di Bir Ali, jamaah haji Indonesia bisa mikat ihram antara lain: gelombang satu di Bir Ali, gelombang dua di dalam pesawat pada garis sejajar dengan Qarnul Manazil, airport King Abdul Aziz, asrama haji sejak keberangkatan.

Jamaah haji yang sakit harus melakukan thawaf  ifadah sekalipun dengan cara ditandu,  karena tawaf ifadah merupakan rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan. Ada pun rukun haji itu antara lain ihram (niat), wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sa’i, tahalul, dan tertib sedangkan wajib haji meliputi ihram haji dari miqat, mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, melontar jamarah, meninggalkan perbuatan yang dilarang dalam keadaan ihram, dan tawaf wada’ bagi yang akan meninggalkan Makkah.

Tawaf dilakukan setelah lewat tengah malam hari nahar 10 Zulhijjah sampai kapan saja, tetapi dianjurkan hari-hari tasyriq dalam bulan haji.

Wukuf bagi calon jamaah haji yang sakit dengan cara safari wukuf, seluruh jamaah yang sakit dikumpulkan di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah oleh petugas haji.  Jamaah haji yang sakit diberi penjelasan dan bimbingan tentang pelaksanaan ibadah haji, mulai dari bersuci, berpakaian ihram, niat haji, dan talbiyah.

Pihak rumah sakit Arab Saudi tetap mewukupkan pasien-pasien yang sadar dan bisa dibawa ke Arafah dengan menggunakan ambulance (kendaraan) sebagaimana safari wukuf yaitu mulai tergelincir matahari mata pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai terbit fajar 10 Dzulhijjah yang dilaksanakan pemerintah Indonesia. Mereka dibawa beriringan menuju Arafah pada pukul 16.00 waktu setempat.

Sa’i berjalan dimulai bukit Safa ke bukit Marwah dan sebaliknya, dilakukan sebanyak tujuh kali berakhir di bukit Marwah. Bagi laki-laki berlari kecil di antara dua pilar hijau dan mengangkat kedua tangan sambil berdoa menghadap Ka’bah.

Selanjutnya jamaah hanji melaksanakan lontar jamarah Ula, Wustha, dan Aqabah. Lontar jamarah ini yang paling baik waktunya 10 Dzuhijjah matahari nahr. Untuk menjaga keselamatan agar menghindari waktu afdhaniyah karena berbahaya, siang hari  sampai terbenamnya, tanggal tengah malam hingga terbit fajar 14 Dzuhijjah, atau lewat tengah malam sampai pukul 5.00 waktu subuh.

Beberapa hal perlu diperhatikan

Ada beberapa hal perlu diperhatikan bagi setiap calon jamaah haji khusus wanita  antara lain:

  1. Berpakaian rapi, menutup aurat kecuali muka dan telapak tangan (ketika ihram) , dan menghindari pakaian tipis, dan ketet
  2. Tidak mengeraskan suara sewaktu membaca talbiyah atau berdoa, tidak makai make up berlebihan
  3. Berkat yang baik, tidak berbohong, memfitnah, atau menggunjing orang lain
  4. Berduaan dengan orang yang bukan mahramnya (hR 081)

 

 

 

 

Peraturan dan tata tertib dayah adalah bagian yang terpenting dari kehidupan dayah sekaligus meminialisir kemungkinan terjadinya pelanggaran yang dilakukan oleh santri. Hal itu menjadi tujuan utama dilaksanakannya pertemuan antara wali santri dengan pengurus dayah di aula sekolah Dayah Modern Arun (Damora) Yapena, Minggu (6/9) Lhokseumawe.

Acara yang tergolong penting itu dilaksanakan pengurus Damora. Mereka menghadirkan para pembicara di  antaranya Pimpinan Dayah Zainal Yacob, Drs. Bachtiar Yusuf, ustad Muhammad Rijal Kepala Madrasah Tsanawiyah, ustad Khamdun Fadhil Kepala Madrasah Aliah, ustad Bahrul W selaku pemimpin acara pertemuan.

Dalam pertemuan itu pihak Direktur Pendidikan Dayah sangat mendukung semua kebijakan yang diambil pihak dayah khususnya  telah punya inisiatif untuk melakukan perjanjian antara wali santri sebagai orang tua yang menitipkan anaknya bersekolah di dayah dengan pengurus dayah.

Secara bergantian pihak pengurus menyampaikan beberapa hal yang harus diketahui oleh santri. Tata   tertib dayah antara lain setiap santri harus senantiasa menjunjung tinggi  Al Quran dan As Sunnah, patuh dan taat pada tata tertib dayah, memeliihara nama baik dayah, setiap persoalan yang terjadi dalam lingkungan dayah diselesaikan secara internal.

Pertemuan berlangsung dari pukul 09.45 sampai 12.30 WIB berhasil menyepakati empat hal, di antaranya santri bersedia untuk menataati dan patuh terhadap semua peraturan dayah, tidak akan melakukan pelanggaran terhadap salah satu peraturan dayah, bersedia dikenakan sanksi bila melakukan pelanggaran, dan wali santri bersedia menghorati dan menghargai semua peraturan dayah demi terciptanya ketertiban, kedisiplinan untuk meningkatkan kualitas santri Damora di masa yang akan datang. (hR081)

Membuat Pergedel

Selesai membuat pergedel foto bersama Papanori, asyik.... !

Selesai membuat pergedel foto bersama Papanori, asyik…. !

 

“Anak-anak bapakyang baik, hari ini kita akan mempraktikan cara Bunda kita membuat makanan ringan,” kata Papanori membuka pelajaran.

“Buat makanan ringan, Pak?” ucap Nada penasaran.

“Makanan ringan, seperti apa, Pak?”  imbuh Siti Kamalia balik bertanya. Dia ingin kepastian.

“Jangan-jangan, ciki, kale…., kata Diba. Memang Papanori suka bikin orang penasaran ya, suka dadakan gitu, tetapi biar begitu, aku senang kok, belajarnya nggak bikin setresan.”

Inilah pergedel buatan anak-anakku !!!

Inilah pergedel buatan anak-anakku !!!

“Bukan, bukan begitu, Diba, nanti juga kamu tahu!” kata Papanori meyakinkan siswanya. Suasana kelas sedikit hening. Nggak ada suara sedikit pun. Orang pasti tahu, pasti memikirkan apa yang akan terjadi kemudian.

“Siapa di antara siswa yang membawa perlengkapan yang Bapak minta?” tanya Papanori sembari menuju kantin putri.

“Saya, Pak. Saya, Pak. Saya, Pak! ” teriak anak-anak bergantian. Tampak raut muka mereka berkaca-kaca, berbinar-binar, bersuka ria menyambut permintaan guru favoritnya.24

“Pak…!” teriak Mutiara dari arah belakang. Teman-teman pada menoleh dari mana suara itu datang. Gadis itu melanjutkan lagi, “Punya saya kecil, Pak!”

Ger……..ger……..! Kontan saja sekelas pecah. Suara mereka keras bagai piring kaca jatuh ke lantai. “Kecil kan nggak apa-apa, yang penting bawa!” bela  Williza .

Kejadian itu nggak membuat Papanori marah. Cekgu malah meletakkan telunjuk kirinya ke bibir dan jempol kanannya menunjuk ke atas, mengarah ke anak muridnya sambil berjalan. Spontan yang dimaksud sang guru mengerti.22

“Semua anak membentuk kelompok, masing-masing 10 orang, ketua kelompok berada di tengah, kerja sesuai dengan petunjuk,” ucap cekgu sembari membagi tugas kerja.

Anak-anak bekerja sesuai petunjuk. Sesekali terdengar cekikikan, mereka bekerja penuh canda dan tawa namun tetap terkendali. Setelah selesai, mereka harus membuat laporan kerja masing-masing.

Laporan Membuat Pergedel

  1. Judul                   : Membuat Pergedel
  2. Peserta                : Seluruh siswa kelas VIII
  3. Tempat praktik : Kantin Asrama Putri, Yapena Lhokseumawe, Aceh
  4. Hari / waktu      : Rabu malam, 26 Agustus 2015, pukul 20.40 WIB

 

  1. Alat yang dipakai:
  2. Kompor
  3. Penggorengan
  4. Minyak makan
  5. Cobek / penggiling
  6. Waskom / tampan
  7. Mangkok cuci tangan
  8. Sendok
  9. Bahan
  10. Ketang 2 buah
  11. Merica secukupnya
  12. Bawang putih 2 siung
  13. Bawang merah 2 siung
  14. Daun sop
  15. Royco / penyedap rasa
  16. Telur 1 butir

 

  1. Cara membuatnya:
  2. Kupas kentang, lalu potong 4 bagian, kemudian goreng
  3. Tumbuklah kentang yang sudah digoreng
  4. Membuat bumbunya, giling merica, bawang putih, bawang merah secukupnya
  5. Rajang daun sop halus-halus
  6. Masukkan bawang goreng sedikit ke adonan
  7. Tambahkan royco sedikit
  8. Masukkan garam secukupnya
  9. Lalu kentang yang sudah digoreng dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan
  10. Masukkan daun sop, bawang goreng, royco, kuning telur sedikit, dan aduk
  11. Bentuklah bulat-bulat kecil
  12. Kocok putih telur dan kuningnya sedikit
  13. Masukkan adonan ke telur lalu goreng
  14. Pergedel siap sihidangkan.

Hari itu sungguh hari yang menggembirakan, hari yang tidak bisa digantikan, hari yang tak bisa terulang kembali. Hore……..hore…….! Asyik………….. kalau belajar gini asyik, nggak membuat bosan. Selesai menggoreng, anak-anak bergembira ria sambil foto bersama dengan guru mereka. “Pak, minggu depan kita masak apa lagi, Pak?” tanya Damanik.

Siti Mawaddah Sang Juara Matematika

Siti Mawaddah Sang Juara Matematika

Gadis teman kita ini seorang yang pandai membagi waktu antara pendidikan dan bermain. Sejak mulai mengerti huruf, sejak usia 5 tahun, teman kita sudah mengenal yang namanya matematika. Matematika yang dianggap momok bagi sebagian orang, tetapi tidak untuk Siti Mawaddah. Karena baginya, matematika  mengajarkan akan logika, sesuatu yang sudah pasti kebenarannya, jalannya benar, dan hasilnya pun benar. Begitu katanya dalam wawancara dengan haba Rakyat di sekolahnya Dayah Modern Arun Lhokseumawe, Minggu malam (23/8).

Putri pasangan Ibnu Sa’dan seorang wartawan Waspada Medan dan ibu Azizah seorang guru MTs Paya Bujok Langsa, merupakan seorang siswi berprestasi di sekolahnya. Tidak hanya di SD, sampai kini dia masih juara kelas. Termasuk juara 3 try out tingkat SD sekota Langsa. Terutama bidang matematika. Siti Mawaddah meraih juara 1 di kelas VIII MTs, juara  di kelas I semester 2,  juara 2  semester 1 kelas 2. Meskipun juara, gadis hitam manis ini akrab dengan teman-temannya.

Yang membanggakan kita, wanita yang kerap kali memakai kerudung ini meraih predikat juara kedua Kompetisi Sain Madrasah Bidang Matematika (KSM) Nasional di Palembang Sumatera Selatan tanggal 3-4 Agustus 2015 yang  baru lalu. Berkat bimbingan Pak Murdani, MPd selaku pembimbing bidang Matematika dan kerja keras tanpa kenal lelah, telah mengantarkan Mawaddah meraih  prestasi yang membanggakan. Kini dia mulai disegani kawan dan lawannya.

Anak kedua dari dua saudara ini, menurut pembimbingnya, termasuk anak yang cerdas, anak yang nggak banyak bicara, termasuk tekun dalam belajar. Ini dibuktikan dengan materi bimbingan yang dia terima. Pelajaran matematika tingkat kelas IX saja mampu diselesaikannya, bahkan benar semua, puji sang guru.

Untuk meraih prestasinya itu sang anak mendapatkan bimbingan yang nggak dapat dihitung dengan sepuluh jari. Materinya meliputi pemberian materi, soal matematika,  soal olimpiade, dan permainan.

Beliau juga punya harapan pada adik-adik kelasnya khususnya di Yapena. Raihlah segala prestasi selagi Tuhan masih memberi kita jalan, banggakan orang tuamu dengan segudang prestasi yang mampu mengubah hidup kita sampai ke tingkat internasional. Apa yang menjadi harapan gadis manis yang tinggal di jalan H. Agussalim Gg. Damai, Gampong Blang, Kota Langsa, bisa terwujud hendaknya, menjadi seorang dosen khususnya atematika. (Ridha Nori)

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,958 other followers