Selesai membuat pergedel foto bersama Papanori, asyik.... !

Selesai membuat pergedel foto bersama Papanori, asyik…. !

 

“Anak-anak bapakyang baik, hari ini kita akan mempraktikan cara Bunda kita membuat makanan ringan,” kata Papanori membuka pelajaran.

“Buat makanan ringan, Pak?” ucap Nada penasaran.

“Makanan ringan, seperti apa, Pak?”  imbuh Siti Kamalia balik bertanya. Dia ingin kepastian.

“Jangan-jangan, ciki, kale…., kata Diba. Memang Papanori suka bikin orang penasaran ya, suka dadakan gitu, tetapi biar begitu, aku senang kok, belajarnya nggak bikin setresan.”

Inilah pergedel buatan anak-anakku !!!

Inilah pergedel buatan anak-anakku !!!

“Bukan, bukan begitu, Diba, nanti juga kamu tahu!” kata Papanori meyakinkan siswanya. Suasana kelas sedikit hening. Nggak ada suara sedikit pun. Orang pasti tahu, pasti memikirkan apa yang akan terjadi kemudian.

“Siapa di antara siswa yang membawa perlengkapan yang Bapak minta?” tanya Papanori sembari menuju kantin putri.

“Saya, Pak. Saya, Pak. Saya, Pak! ” teriak anak-anak bergantian. Tampak raut muka mereka berkaca-kaca, berbinar-binar, bersuka ria menyambut permintaan guru favoritnya.24

“Pak…!” teriak Mutiara dari arah belakang. Teman-teman pada menoleh dari mana suara itu datang. Gadis itu melanjutkan lagi, “Punya saya kecil, Pak!”

Ger……..ger……..! Kontan saja sekelas pecah. Suara mereka keras bagai piring kaca jatuh ke lantai. “Kecil kan nggak apa-apa, yang penting bawa!” bela  Williza .

Kejadian itu nggak membuat Papanori marah. Cekgu malah meletakkan telunjuk kirinya ke bibir dan jempol kanannya menunjuk ke atas, mengarah ke anak muridnya sambil berjalan. Spontan yang dimaksud sang guru mengerti.22

“Semua anak membentuk kelompok, masing-masing 10 orang, ketua kelompok berada di tengah, kerja sesuai dengan petunjuk,” ucap cekgu sembari membagi tugas kerja.

Anak-anak bekerja sesuai petunjuk. Sesekali terdengar cekikikan, mereka bekerja penuh canda dan tawa namun tetap terkendali. Setelah selesai, mereka harus membuat laporan kerja masing-masing.

Laporan Membuat Pergedel

  1. Judul                   : Membuat Pergedel
  2. Peserta                : Seluruh siswa kelas VIII
  3. Tempat praktik : Kantin Asrama Putri, Yapena Lhokseumawe, Aceh
  4. Hari / waktu      : Rabu malam, 26 Agustus 2015, pukul 20.40 WIB

 

  1. Alat yang dipakai:
  2. Kompor
  3. Penggorengan
  4. Minyak makan
  5. Cobek / penggiling
  6. Waskom / tampan
  7. Mangkok cuci tangan
  8. Sendok
  9. Bahan
  10. Ketang 2 buah
  11. Merica secukupnya
  12. Bawang putih 2 siung
  13. Bawang merah 2 siung
  14. Daun sop
  15. Royco / penyedap rasa
  16. Telur 1 butir

 

  1. Cara membuatnya:
  2. Kupas kentang, lalu potong 4 bagian, kemudian goreng
  3. Tumbuklah kentang yang sudah digoreng
  4. Membuat bumbunya, giling merica, bawang putih, bawang merah secukupnya
  5. Rajang daun sop halus-halus
  6. Masukkan bawang goreng sedikit ke adonan
  7. Tambahkan royco sedikit
  8. Masukkan garam secukupnya
  9. Lalu kentang yang sudah digoreng dicampur dengan bumbu yang telah dihaluskan
  10. Masukkan daun sop, bawang goreng, royco, kuning telur sedikit, dan aduk
  11. Bentuklah bulat-bulat kecil
  12. Kocok putih telur dan kuningnya sedikit
  13. Masukkan adonan ke telur lalu goreng
  14. Pergedel siap sihidangkan.

Hari itu sungguh hari yang menggembirakan, hari yang tidak bisa digantikan, hari yang tak bisa terulang kembali. Hore……..hore…….! Asyik………….. kalau belajar gini asyik, nggak membuat bosan. Selesai menggoreng, anak-anak bergembira ria sambil foto bersama dengan guru mereka. “Pak, minggu depan kita masak apa lagi, Pak?” tanya Damanik.