Siti Mawaddah Sang Juara Matematika

Siti Mawaddah Sang Juara Matematika

Gadis teman kita ini seorang yang pandai membagi waktu antara pendidikan dan bermain. Sejak mulai mengerti huruf, sejak usia 5 tahun, teman kita sudah mengenal yang namanya matematika. Matematika yang dianggap momok bagi sebagian orang, tetapi tidak untuk Siti Mawaddah. Karena baginya, matematika  mengajarkan akan logika, sesuatu yang sudah pasti kebenarannya, jalannya benar, dan hasilnya pun benar. Begitu katanya dalam wawancara dengan haba Rakyat di sekolahnya Dayah Modern Arun Lhokseumawe, Minggu malam (23/8).

Putri pasangan Ibnu Sa’dan seorang wartawan Waspada Medan dan ibu Azizah seorang guru MTs Paya Bujok Langsa, merupakan seorang siswi berprestasi di sekolahnya. Tidak hanya di SD, sampai kini dia masih juara kelas. Termasuk juara 3 try out tingkat SD sekota Langsa. Terutama bidang matematika. Siti Mawaddah meraih juara 1 di kelas VIII MTs, juara  di kelas I semester 2,  juara 2  semester 1 kelas 2. Meskipun juara, gadis hitam manis ini akrab dengan teman-temannya.

Yang membanggakan kita, wanita yang kerap kali memakai kerudung ini meraih predikat juara kedua Kompetisi Sain Madrasah Bidang Matematika (KSM) Nasional di Palembang Sumatera Selatan tanggal 3-4 Agustus 2015 yang  baru lalu. Berkat bimbingan Pak Murdani, MPd selaku pembimbing bidang Matematika dan kerja keras tanpa kenal lelah, telah mengantarkan Mawaddah meraih  prestasi yang membanggakan. Kini dia mulai disegani kawan dan lawannya.

Anak kedua dari dua saudara ini, menurut pembimbingnya, termasuk anak yang cerdas, anak yang nggak banyak bicara, termasuk tekun dalam belajar. Ini dibuktikan dengan materi bimbingan yang dia terima. Pelajaran matematika tingkat kelas IX saja mampu diselesaikannya, bahkan benar semua, puji sang guru.

Untuk meraih prestasinya itu sang anak mendapatkan bimbingan yang nggak dapat dihitung dengan sepuluh jari. Materinya meliputi pemberian materi, soal matematika,  soal olimpiade, dan permainan.

Beliau juga punya harapan pada adik-adik kelasnya khususnya di Yapena. Raihlah segala prestasi selagi Tuhan masih memberi kita jalan, banggakan orang tuamu dengan segudang prestasi yang mampu mengubah hidup kita sampai ke tingkat internasional. Apa yang menjadi harapan gadis manis yang tinggal di jalan H. Agussalim Gg. Damai, Gampong Blang, Kota Langsa, bisa terwujud hendaknya, menjadi seorang dosen khususnya atematika. (Ridha Nori)