2015-08-18 10.13.54

Peserta karnaval tengah melitas di depan Panggung Kehormatan Lapangan Hira Lhokseumawe pada peringatan 70 Tahun Indonesia Merdeka

Ribuan pelajar dari tingkat Taman Kanak-kanak, SD, SMP/MTs, SMA/MA kota Lhokseumawe memadati lapangan Hira tempat pelaksanaan upacara guna mengikuti karnaval 70 Tahun Hari Kemerdekaan RI. Acara meriah tersebut diselenggarakan oleh Disdikpora kota Lhokseumawe yang pelepasannya dilakukan oleh Walikota Lhokseumawe, Selasa (18/8).

Pihak panitia melaporkan bahwa kegiatan ini melibatkan anak-anak TK /PAUD berupa mobil hias 33 kendaraan, di belakangnya TNI / Polri yang mengendari sepeda motor, karnaval untuk tingkat  SD berjumlah 60 sekolah dan ditambah satu SLB Azura Hagu Tengah, tingkat SMP 18 sekolah, tingkat SMA 19 sekolah, SMK baik negeri maupun swasta, dengan rincian jumlah peserta karnaval pejalan kaki dari SD-SMA 98 sekolah.
2015-08-18 09.24.22

Selain itu, karnaval ini juga menghadirkan 9 grup drum band. Masing-masing drum band Pocut Meurah Intan, drum band SD Negeri 1 Banda Sakti, drum band SD Negeri 1 Muara Dua, drum band SD Negeri 10 Muara Dua, drum band SMP Negeri 1, drum band MTs Negeri Lhokseumawe, drum band SMA Negeri 1, drum band SMK Negeri 2 Lhokseumawe, drum band SMA Negeri Modal Bangsa Arun.

Sedangkan tujuan diadakannya kegiatan, menurut pihak panitia bahwa untuk mempererat silaturrahmi sesama anak bangsa, untuk mencapai bangsa yang sejahtera lahir dan batin, yang mengusung tema Dengan Memperingati Hut RI Ke-70 Kita Dorong Generasi Muda yang Beriman dan Bertaqwa, Kuat dan Bekerja, dan Anti Narkoba.

Walikota Lhokseumawe dalam pelepasannya mengatakan peringatan HUT ke-70 RI momentum ini mempunyai makna yang sangat penting dalam upaya mengajarkan arti tentang kekompakan. Dengan tema ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kebangsaan di kota Lhokseumawe, berani berkorban,  sehingga daerah ini bisa maju dan makin berkembang di segala bidang.

Selain itu para siswa-siswi yang notabone akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan di daerah ini, mencintai budaya negeri sendiri dibanding dari asing. Di era globalisasi ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi faktor yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Ini menjadi faktor penting penentu peradaban, keberadaan dan kemajuan masyarakat. Arus globalisasi begitu cepat merasuki kehidupan masyarakat terutama di kalangan remaja. Ini menjadi pengaruh yang begitu besar terhadap perkembangan generasi muda sehingga kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia pada umumnya dan kota Lhokseumawe khususnya.

Salah satu contoh untuk mengatasinya, menurut Walikota Lhokseumawe, dengan antisipasi ini diharapkan mampu mengubah nilai nasionalisme menjadi manusia yang berbudi luhur, memupuk nilai persatuan dan kesatuan bangsa. (hR081)