Kepala SMPN Arun Drs. Muhammad tengah memberikan hadiah kepada siswa berprestasi pada acara Gebyar SMP Arun di Multi Sabtu (23/5) malam

Kepala SMPN Arun Drs. Muhammad tengah memberikan hadiah kepada siswa berprestasi pada acara Gebyar SMP Arun di Multi Sabtu (23/5) malam

Lewat lantunan ayat Al Quran yang dibacakan mendayu-dayu dimulai acara Gebyar SMPN Arun sebagai ajang silaturrahmi antara OSIS, siswa SMPN Arun dengan guru-guru dan warga sekolah yang melibatkan 146 siswa kelas IX. Acara itu dilaksanakan di gedung Multi Purpose Building PT Arun pada Sabtu (23/5) malam.

Menurut ketua panitia Inayati yang juga Ketua OSIS SMPN Arun acara ini terelenggara berkat kesiapan panitia OSIS tahun 2015/2016 beserta dukungan bapak ibu guru dan orang tua siswa. Pihak panitia juga menyampaikan terima kasih kepada para undangan atas terselenggaranya acara tersebut.hal itu. Hal itu disampaikannya di depan   Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Lhokseumawe, Komite Sekolah, Manajeent PT Arun, Kepala MTs Yapena, Kepala SMPN Arun, Wakil Kepala Sekolah, guru-guru SMPN Arun, dan para siswa.

Muhammad Ichsan Farhan mewakili siswa kelas IX mengatakan tanpa terasa tiga tahun berlalu, masih teringat kami mulai aktivtas di SMPN Arun,  menerima pelajaran berharga yang tak dapat dilupakan, baik seni maupun pengetahuan bersama guru. Mereka juga berterima kasih kepada guru yang sangat baik dan tidak pilih kasih, sangat sabar tanpa rta mengenal lelah dalam mentransfer ilmunya, dan berpesan agar adik-adik  rajin belajar baik iptek dan imtak, patuh pada orang tua, serta berdoa semoga bapak ibu diberi kekuatan dan kesehatan olah Allah.

Kepala SMP Arun Drs. Muhammad mengajak dan mengimbau anak didiknya untuk tidak menyebut malam perpisahan, melainkan malam gebyar SMPN Arun,karena malam ini banyak disajikan acara hiburan hasil gemblengan bapak ibu guru selama berbulan-bulan.

Dari 146 siswa kelas IX, bermacam-macam keahliannya, bermacam pula prestasinya yang telah dibawa ke tingkat provinsi maupun nasional. Secara akademik, mulai malam ini mereka tinggalkan SMPN Arun untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Ini anak selama tiga tahun menjadi anak yang tahu diri, sadar betul, terbukti ketika anak sampai di sekolah nggak pernah yang namanya mengambil harta yang bukan miliknya, menghargai orang lain.

Terima kasih kepada wali murid yang telah menitipkan anaknya selama tiga tahun kepada pihak sekolah.