Tampak Rusli Abdah tengah membimbing para santri dalam pelatihan jurnalistik di Damora Arun Lhokseumawe

Tampak Rusli Abdah tengah membimbing para santri dalam pelatihan jurnalistik di Damora Arun Lhokseumawe

Sebanyak 500 orang pelajar santriwan dan santriwati Dayah Modern Arun belajar jurnalistik dari wartawan senior haba Rakyat di pondok dayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan materi kejurnalistikan tentang bagaimana cara membuat sebuah berita yang menarik bagi pembaca dengan menggunakan rumus 5w+h. Materi ini diberikan oleh wartawan senior Rusli Abdah dan Burhanuddin Ilyas pada Kamis (5/3) di santri Damora Yapena jalan Cilacap Komplek PT Arun Lhokseumawe.

Pelatihan ini dipandu, yang di kalangan santri Damora disapa Papa Nori semakin menarik tatkala ditampilkan dengan permainan yang membuat peserta beriang sorak. Belum ada pelatihan macam begini, pokoknya semua senang, terkadang menegangkan. Terlebih lagi pembicaranya sengaja didatangkan khusus dari Langsa untuk para santri,ucapnya.

Dengan kematangan di bidang kewartawannya Rusli Abdah didampingi Burhanuddin Ilyas, Kepala MTs Muhammad Rizal, Lc. mengatakan Kamis (5/3) bahwa anak Dayah Yapena semua santrinya bisa menulis, menuangkan kata-kata itu tidak mudah, perlu persiapan yang benar-benar kompleks. Hanya saja, untuk mengetahui sebuah berita itu layak atau tidak, dibutuhkan kemahiran oleh seorang wartawan. Sebab, tidak semua orang tahu bagaimana sebenarnya menulis berita dengan rumus 5w+h.

Dalam rumus 5w+h, menjelaskan atau menerangkan bahwa w1-w5 itu adalah ketentuan di dalam penulisan berita yang dikonstruksikan kepada masyarakat melalui media masa seperti surat kabar, baik harian maupun mingguan, tabloit, majalah, dan bulletin, ujarnya.

Begitu menariknya penjelasan Rusli Abdah sebagai narasumber hari itu, hingga memunculkan berbagai pertanyaan yang diajukan  peserta pelatihan, di antaranya Reza menanyakan adakah batasan waktu bagi seseorang mengirimkan beritanya ke haba Rakyat, Gina Gafiera bertanya apakah  berita yang kita kirim itu bisa dimuat jika terdapat kesalahan penulisan dan  bagaimana memperbaiki. Setelah mendapat jawaban narasumber dengan hati puas, anak-anak Damora itu pun meninggalkan aula kemudian kembali ke kelas pukul 10.30 untuk melanjutkan pelajarannya. (081)