Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru SMP untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengambil tema besar Kegiatan Pengembangan Mutu dan Kualitas Program Pendidikan Bagian Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Tingkat Provinsi Aceh berlangsung selama 4 hari   dari 8 -13 Desember 2015 di Hotel Grand Aceh Syariah. Kegiatan tersebut menampilkan pembicara  Dra. Rostina Thaib, M.Hum.,Muhammad Iqbal, S.Pd. S.H., M. Hum., Subhyani, S.Pd.,M.Pd., Drs. Yusri Yusuf, M.Pd., Drs. Denni Iskandar, M.Pd., dan Dr. Mohd. Harun M.Pd.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi masukan bagi peserta dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, sehingga materi yang disampaikan berguna bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.  Apa yang dialami tiap peserta, yang dirasakan,  bagaimana pendidik seharusnya menyampaikan materi kepada siswa, lebih mudah dimengarti dan tepat sasaran.

Penjelasan    Dra. Rostina Thaib mengatakan bahwa dalam mentranfer ilmu kepada anak didik, kita harus menyeluruh, kita harus tuntas.  Sebab  dalam berkomunikasi dengan orang lain, kita selalu menggunakan kalimat sebagai perantara untuk menyampaikan gagasan. Kalimat yang digunakan haruslah yang baik hingga dapat dipahami dengan baik oleh orang lain. Inilah tugas tantangan yang diemban guru bahasa Indonesia.

Keberhasilan guru dalam menyampaikan pelajaran di sekolah, sangat tergantung dari guru-guru itu  sendiri, di sini guru bahasa sebagai ujug tombak, sebab bahasa Indonesia adalah wahana pengetahuan. Karena dengan bahasa, kita pelajari semua ilmu pengetahuan.

Guru tidak perlu cemas dengan adanya kurikulum 2013 apalagi guru bahasa Indonesia. Kurikulum 2013 itu bukan hal baru, melainkan  penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Yang dituntut di sini bukanlah bagaimana guru mengajar, melainkan bagaimana siswa belajar mempraktikan ilmu yang diperoleh  di dunia, dunia yang sebenarnya berdasarkan fakta, anak sebenarnya mencari jawaban sendiri dari caranya belajar.

Di sisi lain, Drs. Denni Iskandar, M.Pd. menguraikan secara gamblang model-model  pembelajaran yang digunakan   dalam kurikulum 2013, di antaranya model jigsaw dengan contoh yang sungguh menarik, dan picture and picture yang membuka daya cipta masing-masing peserta, model menghitung cepat membaca, model debat, model problem based instuksion, dan sebagainya.

Pelatihan penguatan kurikulum  berakhir tanggal 13 Desember 2014 dengan sambutan ketua panitia sembari berharap tiap peserta dapat memberikan pembekalan kepada guru-guru di kota masing-masing.(hr081)