Pintu Gerbang Pantai Rancong

Pintu Gerbang Pantai Rancong

Indahnya sebuah pantai membekas di benak setiap orang yang mengunjunginya.  Apalagi saat ini keindahannya makin terasa ketika kedua kaki kita berhasil menginjakkan kaki di sana. Ya sebuah pantai yang kini menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Lhokseumawe, selain Pantai Ujong Blang.

Rancong….? Tepat sekali.  Pantai ini terletak sekitar 12 km dari Kota Lhokseumawe menuju arah Banda Aceh masih termasuk kawasan Desa Batuphat Barat. Perjalanan menuju ke sana pun mudah sekali dilakukan.

Bila anda hendak ke sana dari arah Lhokseumawe, begitu tiba di simpang empat Batuphat, langsung belok kanan, kemudian melewati lapangan bola, kantor Camat Muara Satu, SMA Negeri 7 di sisi kanan jalan, SMP Negeri  6 sebelah kiri, pertambakan udang, dan pabrik Aromatik yang telah lama tidak berfungsi. Bahkan bisa dengan jalan kaki. Selain jalannya mulus, banyak pula kendaraan yang ke sana.  Jaraknya pun tidak terlalu jauh, lebih kurang 1 km dari jalan besar Banda Aceh-Medan.

Pantai Rancong ini ramai dikunjungi wisatawan. Biasanya mereka datang ke sana pada hari Sabtu dan Minggu, atau hari-hari libur anak sekolah. Pengunjungnya pun berasal dari daerah sekitarnya, bahkan ada yang dari daerah lain, seperti dari Binjai, Langsa, Lhoksukon, Lhokseumawe, Matang Glumpang Dua, Bireuen, termasuk Banda Aceh.

Tujuan wisatawan datang ke taepat ini adalah untuk menikmati pantainya yang indah, karaukean, dan jajanan makanan yang dihidangkan. Pagi-pagi benar, sudah ada wisatawan  terliihat di pinggir pantai mengawasi ombak di tengah laut, apakah hari itu baik untuk mereka menangkap ikan atau tidak.

Mereka berjalan di tepi laut sebelum berenang ke tangah laut melawan ombak. Dari kejauhan , tampak oleh mereka kapal-kapal kecil atau sampan yang berseliweran ke sana ke mari. Tak jarang mereka juga menggunakan ban-ban pelampung sekedar untuk bergembira, berenang, menikmati keindahan pantai Rancong yang sudah amat kesohor itu.

Pihak pengelola pun telah berupaya untuk mengelola Pantai Rancong ini sedemikian bagusnya. Mereka menyediakan berbagai fasilitas untuk menjamu para tamunya. Akan tetapi, bagi kita yang   membayangkan akan menemui hotel di sana, bersiaplah untuk kecewa. Di sana tidak ada hotel meskipun terdapat listrik. Hanya ada rumah-rumah kecil yang tersusun rapi, indah, dan bersih. Hanya ada suara lagu-lagu karaokean, televisi, dan radio yang tiada henti menyiarkan lagu dari pendengarnya.

Bagi kita yang suka makan dan minum, kita boleh tersenyum karena pihak pengelola menyediakan makanan dan minuman yang kita butuhkan. Kita bisa jumpai air kelapa muda, mie Aceh, jagung dan kacang rebus, berbagai makanan rujak, minuman, perahu bebek, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Memang indah Pantai Rancong  ini. Selain fasiltas yang disediakan, juga banyak pepohonan tempat berteduh bagi pengunjung yang datang. Lengkaplah sudah dalam benak kita, karena keindahan mampu diukir oleh Pantai Rancong  sebagai wujud kota wisata.