Seorang pedagang amat berjasa hidupnya bagi kita. Terlebih kalau cara dagangannya dan hidupnya dihiasi dengan ketaatan kepada Allah Yang Maha Pencipta. Karena kita yakin, hidup yang dibarengi dengan ketaatan kepada Allah, niscaya hidup akan mudah dijalani, semua serba ada, hanya saja kita sering melupakannya, padahal manusia saja yang tak berbuat bijak, kata Pak Said Yusuf 60 tahun di toko Alaydrus  Lhokseumawe., Minggu (2/9)

Berbicara masalah dagang, menurut Pak Said  yang penting kalau berdagang ikhlas. Baginya, bedagang sudah lama ditekuni, sudah sejak tahun 2000 lalu, tepatnya bulan Juni. Pada awalnya sih beliau bukan berdagang seperti saat ini, melainkan hanyalah jualan biasa, pembuat nasi bungkus yang diantarnya ke pelabuhan Kr Geukueh, pembuat pecal, dsb.

Sebelum menjadi pedagang, beliau sempat bekerja mocok-mocok sebagai tukang bangunan di Kr Geukueh, komplek  Arun, mengecor semen, dan bekerja di Andalas, masih zaman behtel. Gajinya pun hanya 15.000 rupiah, namanya juga tukang, Pak, manalah cukup, mana anak banyak lagi. Beliau juga pernah menjadi kernek, tukang korek paret, sebagai pembuang sampah, itu dilakukannya semasa masih komplik, masih rusuh, ujarnya.

Suatu hari istrinya Naryanti 57 tahun pulang dari pasar menyampakan sesuatu kepadanya, “Pak, ada toko mau dijual, toko Lele, dia hendak pindah.” Tanpa piker panjang, dia pun mengatakan, “Ambil saja, Bu. Masalahnya sedikit mahal, istrinya menggerakkan jemari tangannya. Jangan piker, ambil saja,” jawabnya seraya bekerja. Untunglah bisa diangsur. Sejak saat itu jadilah ia berdagang alat-alat tulis sampai saat ini.

Berdasarkan pantauan haba Rakyat malam itu, setiap kali ada pengemis minta sedekah, Pak Said kerap memberinya bantuan berupa uang dan makanan. Kasihan, Pak ! Meskipun lengkap anggota tubuhnya  nggak kekurangan, tetap kita beri, masalah itu urusan dia sama Allah. Tak hanya itu, 6 ekor kucing yang datang ke tokonya, kerap diberinya makan. Berulang-ulang dia katakan, “Mampir, Bu, singgah.  Alhamdulillah ya Allah, Alhamdulillah,” katanya pada setiap ibu yang lewat di depannya dan setelah pelanggannya membeli barang di tempat dia berjualan.

Kiranya Allah memberikan rezeki kepada siapa yang dikehendakinya dan mencabutnya. Sungguh, kalau kita ingat kepada Allah niscaya akan diberikannya, akan ditambah, kata lelaki yang tinggal di Batuphat Timur dekat pasar Batuphat. Saat ini, selain jualan alat tulis, dia juga dibantu dengan anaknya lelaki yang baru berumah tangga. Sampai-sampai tokonya sudah ada 2 buah, satu Alydrus, satunya lagi Nur Cahaya tempat menjual pakaian muslim, dan sebuah rumah untuk berteduh

Hari itu banyak pelanggan yang datang, umumnya anak-anak. Dengan ramahnya, Lele melayani pembelinya, sembari berkata Alhamdulillah dan kebaikan beliau sungguh terasa bagi warga di sekitarnya, warga yang memang mengharapkan bantuannya, dermawan dan murah hati. Uluran tanganmu semoga dapat ditirupedagang  yang lain (hR81)