Satukan tangan satukan hati itulah indahnya silaturahmi di hari yang fitri ini. Di hari kemenangan kita padukan keikhlasan untuk saling memaafkan. Masyarakat pun berbondong-bondong dengan ratusan keluarga besar PT Arun untuk shalat Idul Fitri  di stadion kebanggaan masyarakat Batuphat Minggu (19/8) dengan imam Tgk. H. Muhammad Dahlan Yusda, Lc. Mhi dari Medan dan khatib Idul Fitri 1433 H Dr. Bambang Irawan, MA dari Jakarta.

Jarnawi Syamsuddin Ketua Panitia Ramadhan 1433 H melaporkan   dalam suasana Fitri yang penuh kebahagiaan dan berkah ini, panitia Ramadhan telah melaksanakan berbagai kegiatan di antaranya 1) kegiatan sunat masal 274 orang untuk anak yatim piatu, keluarga miskin, dan kurang beruntung 23-24 Juni 2012 berasal dari 31 desa lingkungan dan water integ Peusangan,   2) donor darah di Rumah Sakit PT Arun 11-12 Juli diikuti 121 orang berasal dari keluarga karyawan dan mitra kerja, 3) marhaban ya Ramadhan meliputi ceramah, pesantren 21-26 Juli 2012 di sekolah lingkungan PT Arun diikuti anak TK, SD, SMP, dan SMA dengan santri 927 dipandu instruktur B. Aceh 6 orang dan sekolah Arun 44 orang, 4) bakti social remais 4-6 Agustus 2012 dengan objek pakaian layak pakai dan sejumlah uang Rp 13.758.000, 5) ceramah Ramadhan dengan ustad local 25 orang, seputaran Aceh 7 orang, Medan 3 orang, dan 2 orang dari Jakarta,  nuzulul Quran dengan ustad R. Abdullah dari Jakarta, 2000 paket Ramadhan berupa beras dan gula pasir,  pengumpulan zakat fitri, mal, infaq, dan sadaqah 36.675.000, beras 214 kilogram,  dan sholat Idul Fitri 1433 H takbiran keliling PT Arun. Untuk melaksanakan kegiatan akbar ini, PT Arun berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar  Rp 697.982.522,00.

Sementara itu Dr. Bambang irawan, MA dalam ceramahnya mengatakan siapapun yang membesarkan siar Allah berarti ada tanda taqwa di hatinya dan mengajak hadirin untuk memandang ke langit yang tiada berbatas untuk memkirkan betapa besar keagungan Allah. Manusia seperti butir pasir di gurun, setetes embun di lautan, sebutir kerikil di gunung Allah, seonggok bintang kecil di antara milyaran bintang di langit.

Harta kekayaan dan kemewahan yang sebagian orang menganggap segala-galanya, sehinggga mereka menuhankan nafsunya untuk meraih tanpa peduli halal dan haram, maka yang terjadi keengganan mensyukuri   rahmat Allah. Bila rasa syukur telah dicabut dari diri mereka, maka sifat rakut akan mewarnai pola hidup mereka.

Dikatakannya, untuk membersihkan dan mensucikan diri dari sifat jelek tersebut,  kita harus mencerdaskan inteligensi dengan banyak mengkaji, emosi dengan banyak bersabar, maupun dengan banyak berzikir, berdoa, berzakat,dan peduli terhadap penderitaan orang lain.