Meraih prestasi bukan asing bagi teman kita ini. Baginya, acapkali orang mengatakan sungguh dia termasuk murid Dayah Modern Arun Yapena  Lhokseumawe yang paling beruntung. Nama gadis kita ini Khairun Nisak. Gadis asli turunan Aceh. Meskipun juara umum berkali-kali, dia tatap ramah dan senyum kepada siapapun. Juara umum diraihnya sampai sekarang ini, sudah empat kali.

Gadis manis yang menyukai kerudung putih ini adalah anak tertua dari 5 bersaudara. Sebagai anak tertua, Nisa begitu orangorang memanggilnya, pantas menjadi teladan, pantas juara umum, di Dayah Modern Arun. Tak hanya itu, dia juga terkenal dengan banyak membaca. Karena membaca bagi gadis kelahiran Kr. Geukueh, 20 April 1998 membuka wawasan cara pandang dan piker jika orang tersebut ingin meraih keberhasilan

Putri pasangan ayah Muhammad Fadli dan ibu Rosmawar tatap menggunakan waktu kosongnya untuk membaca dan menghafal Al Quran. Kapan pun dan di mana pun kegiatan tersebut tetap dilakukannya. Selain hobi, juga menunjang cita-citanya sejak kecil. Ia ingin menjadi guru agama. Kalau kita nggak banyak membaca, nanti ditanya anak-anak, kita nggak bisa jawab, katanya mantab.

Saat berbincang-bincang dengan haba Rakyat ketika ditanya seputar cita-citanya, usaha yang dilakukannya pastinya belajar dengan sungguh-sungguh dan tentunya tidak melupakan berdoa kepada Allah semoga usahanya tercapai. Terlebih di dayah ini, banyak hafalan ayat Quran dan haist. Semua itu pertama kali dilakukannya insyaallah untuk membahagiakan orang tua.

Selain itu, ada juga yang menonjol dari teman kita ini yaitu matematika. Pantas saja nilainya bagus-bagus. Nah, waktu itu Nisa sering belajar matematika dengan OM Razali. Dia memberikan cara termudah belajar matematika. Rasa-rasanya tidak sulit kok, yang penting kita harus benar-benar perhatikan saat guru menerangkan.

Satu harapan yang masih di benaknya, dia ingin membawa orang tuanya menunaikan ibadah haji ke tanah suci dan menolong keluarga yang lain yang masih membutuhkan pertolongannya. Sebab mereka yang telah melahirkan kita ke dunia ini, kata gadis itu yang tinggal di jalan Imam 17 Tambon Tunong Dewantara Aceh Utara, seraya berpesan hormatilah orang tuamu niscaya selamat hidupmu.