Angkatan 83 tampak berfoto bersama dalam Reuni Akbar SMA Pahlawan Tebing Tinggi, Minggu (24/6)


Untuk menggalang persaudaraan antara sesama murid dan meningkatkan jalinan silaturrahmi, SMA Pahlawan Tebing Tinggi menggelar acara Reuni Akbar SMA Pahlawan Tebing Tinggi Sumatera Utara Angkatan 1980 – 1990, Minggu (24/6). Reuni akbar untuk yang pertama sekali ini turut dihadiri unsur guru-guru, dan tak kurang dari 300 alumni mantan siswa sekolah tersebut.

Di tengah hiruk pikuknya acara reuni, ada sedikit  kekecewaan  dengan tiada kehadiran warga Tionghua.  Dalam hati yang hadir pada saat itu, mereka berpraduga mungkin mereka sudah melupakan asal usul. Ternyata, semua salah duga, mereka ada juga yang datang menghadirinya meski tidak banyak jumlahnya. Tek pelak, suasana reuni menjadi gembira, beriang sukma, bersorak mengingat suka duka waktu itu.

Ketika menyampaikan kata-kata reuni akbar salah seorang pesertanya  mengimbau kepada rekan-rekannya agar merapatkan barisan dalam satu wadah keluarga besar SMA Pahlawan dan menjadikan sekolah sebagai kebanggaan tersendiri. Jangan jadikan pertemuan ini menjadi sia-sia. Jadikanlah hubungan yang jauh makin dekat, saling memberi kabar kelak persahabatan menjadi makin erat, walaupun kita sudah kakek nenek.

Harapan saya lanjutnya, kepada pihak sekolah dan instansi terkait agar tetap dapat menghidupkan  sekolah ini,  sangat disayangkan sekolah sudah punya nama akhirnya tidak dapat bersuara, kita tidak mengharapkan demikian. Kalau bukan kita, siapa lagi yang menghidupkan sekolah ini, katanya.

Acara reuni ini diisi dengan berjoget, melantunkan lagu-lagu kenangan  setelah tiga puluh tahun mengabdi pada masyarakat,  menyerahkan cindera mata kepada guru-guru sekolah yang mejadi favorit mereka, dan memberi  sumbangan bagi Panti Asuhan Amaliyah Tebing Tinggi. (hR81)