Drs. Muklisuddin, M.Pd. tengah menerima bingkisan dari siswa yang diwakili Fathan Qaedi alam satu acara perpisahan


Bapak ibu guru tercinta,

Dulunya, tiga tahun ini terasa begitu lama, membosankan, dan penuh beban

Setelah hari, bulan, dan tahun kita lewati bersama

Kini waktu hendak mempertemukan kita pada akhir

Guru, dulunya hari ini adalah hari yang kami nanti dan impikan

Namun, mengapa malam ini kami enggan?

Sungguh, sekarang kami tak ingin waktu berjalan dan menggenapkan tiga tahun

Karena ia akan memisahkan kita, guruku, demi asa dan cita-cita

Guru-guru terkasih

Teramat banyak salah dan dosa yang kami hibahkan kepadamu

Bahkan acap kali kami lakukan dengan akal sehat dan kesadaran bulat

Wajah lelah dan kecewa, seruan nasihat, dan bentakan marah tidak kami hiraukan

Bahak menjadi olok-olokan

Setalah tiga tahun, tanpa ada kesadaran dan kata mohon maaf dari kami padamu

Kami bertanya-tanya sendiri

Terbuat dari apakah hatimu wahai guru?

Mengapa mudah sekali maaf untuk kami engkau torehkan di sana?

Guru

Kami anak didikmu

Akan mulai menggapai cita-cita dan harapan

Yang telah engkau gantungkan pada kami

Kami mulai mencari tempat indah yang telah engkau tunjukkan jalannya

Namun percayalah guru

Engkau akan selalu menjadi bagian besar dari serpihan kehidupan kami

Kemarin, detik inii, dan selamanya

Terima kasih dari kami padamu, guruku

 

Untaian kata Beryl Alodia perpisahan malam itu sungguh terasa menyentuh raga yang hadir pada malam perpisahan SMP Negeri Arun, yang terbalut suka dan duka, yang penuh kenangan hidup hanya satu kali, berlangsung di gedung Multipurpose Batuphat Lhokseumawe, Sabtu (13/5) malam.

Acara pelepasan siswa siswi kelas IX malam itu diawali dengan M. Farhan Tarigan yang membacakan ayat suci Al Quran,  tarian ranub lampuan, dan dihadiri management PT Arun, ketua komite SMP Negeri Arun, kepala-kepala sekolah Taman  Kanak-kanak, SD, dan SMA, orang tua siswa, kelas VII, VIII, dan siswa-siswi IX 2012.

Pada malam itu, kepala sekolah SMP Negeri Arun menyampaikan terima kasih pada management PT Arun, pengurus komite  yang membantu pengembangan SMP Negeri Arun, bapak ibu guru yang telah membimbing anak-anak demi kelancaran acara perpisahan.

Disamping itu beliau juga berpesan bahwa pengumuman hasil ujian nasional akan dilaksanakan pada 2 Juni 2012, 106 siswa SMP Negeri Arun semoga lulus 100 %, anak-anak yang akan meninggalkan sekolah melanjutkan pendidikannya diharapkan belajar dengan semangat semoga bisa membawa nama baik sekolah dan orang tua masing-masing, menjalankan perintah Allah dengan ikhlas.

Delyuzar malam itu mewakili orang tua murid mengatakan selama tiga tahun bapak ibu telah mendidik putra – putri mereka, mudah-mudahan kebaikan bapak ibu mendapat balasan yang setimpal dari Allah. Beliau juga mohon maaf bila bapak ibu mendidik anak mereka mendapatkan sikap anak-anak yang di luar batas, menyampaikan terima kasih pada komite sekolah yang telah membantu terlaksananya proses pendidikan anak mereka, dan mengucapkan selamat bagi anak mereka yang telah tiga tahun menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri Arun.

Temu pisah siswa kelas IX malam itu menyuguhkan finalis yang akan mewakili Lhokseumawe ke tingkat povinsi akhir Mei mendatang , vocal group, nyanyi solo, tarian kreasi yang menampilkan tari Aceh, puisi, Nabila, yang ditutup kolosal dengan nyanyian terpujilah guruku dan foto bersama.