Puji syukur kepada Allah atas kembalinya PT AAF ke pangkuan negara, ibu pertiwi amat dirasakan masyarakat Kr Geukueh Dewantara Aceh Utara dan Lhokseumawe. Acara ini dimulai malam Selasa (23/4) kemarin bertempat di mesjid Bujang Salim Kr Geukueh dan mesjid  Al Qautsar AAF dilaksanakan kenduri dengan menyembelih 2 ekor sapi dan ceramah Maulid Nabi. Puncaknya hari ini Selasa (24/4) bertempat di halaman mesjid Al Qautsar Komplek AAF dilakukan Kenduri Akbar dengan menyembelih 8 ekor sapi menyambut kurang lebih 8.000 orang undangan dan menyantuni 1000 orang anak yatim.

Acara kenduri akbar dan ucapan syukur dihadiri Pj Gubernur Aceh Ir. Tarmizi A. Karim, Msc, Pejabat Tinggi Provinsi, Pj Bupati Aceh Utara, Muspida Aceh Utara, Camat Dewantara, alim ulama, cerdik cendikia, tokoh-tokoh masyarakat baik Aceh Utara maupun Lhokseumawe, dan ribuan masyarakat yang memadati arena lapangan mesjid Al Qautsar Kr Geukueh Aceh Utara.

Dalam laporannya Ketua Umum H. Abubakar Abbas yang dibacakan Camat Dewantara mengatakan masyarakat Aceh umumnya dan Aceh Utara khususnya merasa bersyukur kepada Allah atas dihidupkannya kembali  AAF yang akan menghiupkan kembali roda perekonomian masyarakat. Kembalinya AAF kepada negara bagaikan kembalinya anak hilang kepada induknya, dan berinisitif menyelenggarakan acara syukuran ini yang dirangkai Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menyantuni anak yatim.

Dikatakannya, acara syukuran ini sebagai ungkapan,  harapan masyarakat terhadap pemberdayaan kembali semua industri berskala besar di Aceh seperti sedia kala bahkan lebih berkembang lagi. Hal ini bukanlah isapan jempol belaka dan tak mendasar. Dengan pasokan gas yang cukup, Gubernur terpilih hasil Pilkada 9 April 2012 lalu akan memperioritaskan pembangunan ekonomi daerah, tidak ada alasan lagi untuk berlama-lama menunggu beroperasinya kembali industri di Aceh Utara yang  jelas-jelas terbukti sebagai penggerak ekonomi, khususnya PT AAF, katanya.

Sementara itu Pj Gubernur Aceh Tarmizi Karim atas nama Pemerintah mendukung sepenuhnya atas beroperasinya kembali PT AAF dan menjadikan Aceh kawasan industri yang amat luar biasa seperti yang pernah digagas pemerintah tahun 1985 lalu