Ustadz Lukmal Hakim, S.Ag. sedang menyampaikan mutiara himak Maulid Nabi Muhammad di depan hadirin yang memenuhi Mesjid Jamik Shiratul Jannah Pulorungkom Dewantara Aceh Utara

Mengenang sejarah kehidupan seseorang, memperingati kelharian seorang Rasul, dan mengekalkan hubungan silaturahmi  antara anggota masyaarakat sehingga terbuka pintu maaf yang sebesar-besarnya dilakukan  Den Rudal 001 dengan warga di Mesjid Jamik Shiratul Jannah Pulorungkom , Dewantara Aceh Utara Minggu (5/2) malam.

Acara yang digelar keluarga besar Den Rudal 001 ini diawali kenduri Maulid Minggu siang (5/5) dengan dana sumbangan dari warga Den Rudal 001, Dan Lanal Lhokseumawe, dan panitia di halaman Mesjid Jamik Shiratul Jannah Pulorungkom.  Menghadirkan  ustadz Tgk. Lukmal Hakim, S.Ag sebagai penceramah pada malam harinya dan dihadiri masyarakat Pulorungkom, Calok Giri, Kebu Limeng, Paloh Igeuh, Den Rudal 001, Dan Lanal Lhokseumawe, pak Imam, dan Pak Keucik desa setempat.

Masyarakat yang turut menghadiri peringatan Maulid di Mesjid Jamik Pulorungkom Dewantara

Komandan Den Rudal selaku Ketua Dewan Pembina mengajak masyarakat  menegakkan disiplin dalam bertugas, memahami kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Ustadz Lukmal Hakim, S.Ag.  sebagai pembicara dalam Maulid ini mengajak masyarakat dapat meneladani kehidupan Rasulullah yang cinta damai, saling mengasihi, menolong umat manusia yang mengalami kesusahan.

Kepala Kantor Urusan Agama Dewantara ini menambahkan, hidup bertetangga harus terjaga dengan baik. Terhadap istri yang berbuat baik perlu  mendapat dukungan dari pihak suami,. Begitu pula dalam berbuat haruslah jujur bila  kita ingin selamat dunia akhirat, dan yang lebih penting lagi menghargai orang penting kalau kita ingin dihargai, demikian katanya.

Perayaan ini terasa lebih indah dan penuh makna. Warga antusias untuk bekerja sama, baik shalat lima waktu, bahu membahu hingga terlaksananya acara ini. Diharapkan hendaknya tahun mendatang bisa berbuat lebih baik lagi, bukan hanya makan bersama,  tetapi menyantuni anak yatim. Remaja mesjid dapat berperan dalam kehidupan dan tentunya dengan shalat berjamaah seperti yang dilakukan saat ini.