Ribuan masyarakat Krueng Geukueh sedang khusuk berdoa di mesjid Bujang Salim mengenang tragedi Tsunami 7 tahun lalu


Menyambut 7 tahun terjadinya tragedi Tsunami di Aceh, masyarakat Krueng Geukueh menggelar doa bersama di mesjid Bujang Salim Krueng Geukueh Aceh Utara, Senin (26/12)

Acara doa bersama ini dihdadiri ribuan warga Krueng Geukueh yang memadati mesjid Krueng Geukueh, Camat Dewantara, Dandim Aceh Utara, Bupati Aceh Utara, Kapolres Aceh Utara, Kapolsek Dewantara,  Danramil Dewantara, Ketua Majelis Ulama Aceh Utara, Keucik Dewantara, Tuha Peat, dan Tuha Lapan, dan Tgk Imam Mesjid Bujang Salim,  diawali pembacaan doa bersama selesai shalat magrib, pembacaan kitab suci Al Quran oleh Tgk Fahrurrazi, dan diisi ceramah agama oleh Abu Mudi dari Samalanga.

Bupati Aceh Utara yang diwakili asisten 2 Sesdakab Aceh Utara Ir. H. Mursyid, MP mengatakan  bahwa bencana yang diberikan oleh Allah, ditegur Allah, kita harus introspeksi diri mendekatkan diri kepada Allah. Semua itu tergantung kepada kita, terutama sekali kaum muda atau pun kaum tua yang telah banyak melupakan Allah selama ini, pemerintah dan masyarakat harus bahu-membahu dalam ketaatan kepada Allah.

Abu Mudi H. Hasanul Basri dari mesjid Samalanga dalam pesan Tsunami mengatakan doa bersama ini untuk mengenag kembali tragedi 7 tahun lalu, dan  mereka khususnya korban Tsunami yang meninggal semoga di tempatkan di sisi Allah sesuai dengan amal perbuatan di dunia. Orang yang meninggal dengan niat ingin meninggikan agama Allah niscaya akan masuk syurga, sementara lainnya sesuai dengan amalnya masing-masing.