Judul Buku          : Hidup Sesudah Mati

Pengarang          : H. Bey Arifin

Cetakakn ke       :XIV

Penerbit              : CV Kinta Jakarta

Manusia dan pikirannya adalah makhluk yang sebaik-baiknya. Ia dapat membedakan manusia yang baik dan yang merusak, bahkan dapat memperbedakan antara yang baik di antara yang paling baik.

Buku Hidup Sebelum Mati diawali H. Bey Arifin dengan kalimat pembuka seperti di atas. Selain itu, beliau juga mengetengahkan rukun iman agar manusia dapat berbuat baik. Bukan hanya sekedar baik, tetapi setiap kebaikan yang diperbuat, di mana saja, akan dilihat dan didengar Allah.

Maka dari itu, siapa pun dan di mana pun kita berada, keimanan itu perlu dimiliki oleh setiap orang-orang beriman. Tanpa itu semua, hidup kita ini tiada artinya, seperti yang dituangkannya dalam 9 kata pengantar.

Buku yang ada di tangan pembaca sangat baik untuk umat Islam khususnya para pelajar pada umumnya. Begitu pentingnya “Meimani Kehidupan Akhirat” sehingga Allah berulang-ulang menyebutkannya dalam Al Quran dan hadist nabi.

Kehidupan di dunia ini merupakan suatu yang permainan, senda gurau atau canda belaka, hanya setetes bila dibandingkan dengan akhirat sebagai satu samudera luas yang tidak berpinggir dan bertepi.

“Perbandingan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat seperti seseorang berjalan ke laut lalu memasukkanya satu jarinya ke laut, lalu mengangkatnya, maka air yang melekat pada jari itulah dunia”.

Dalam buku ini penulis mengajak kita semua  untuk mengimani kehidupan akhirat,     kehidupan akhirat pasti adanya, bagaimana cara Al Quran meyakinkan manusia tentang akhirat, tubuh manusia, hidup dan mati, dan beberapa perumpamaan agar hidup bahagia di akhirat.

Selain itu, buku ini juga mengupas tentang arti kehidupan, mengingat-ingat mati, menjenguk orang sakit, dan pendapat dunia yang mengupas habis ajaran dari berbagai bangsa dan agama.

Untuk orang yang beruntung kehidupannya di dunia, tentulah merasa bahagia bila masuk syurga (halaman 322). Orang tersebut merasakan suatu nikmat yang tiada dijumpainya di dunia, di antaranya 1) bergembiralah orang beriman dan berjuang di jalan Allah, beroleh petunjuk dan berpikir karena Allah 2) orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah, 3) orang yang bertaubat, beribadat, orang yang khusuk, sujud, menyeru berbuat baik, dan dan mencegah yang mungkar.

Begitu pulahlah orang yang merugi hidupnya di dunia. Beliau jelaskan dalam 43 surat Al Quran yang dituangkannya lengkap dengan contoh-contohnya. Kerusakan dan kehancuran manusia sungguh besar. Ada 114 surat dalam Al Quran, 80 sudah turut menerangkan suasana alam akhirat di samping keterangan-keterangan lainnya.

Keyakinan di zaman sekarang ini untuk meyakinkan orang tentang adanya hari akhir sudah sedikit kabur, karena orang sudah tidak membaca dan memanfaatkan Al Quran lagi. Adalah menjadi tugas kita untuk memahaminya jangan sampai kita mengalami sebagaimana kafir merugi di akhirat nanti.

Sesungguhnya buku ini sangat baik dibaca oleh masyarakat umum.  Di samping mudah memahaminya karena kalimat yang digunakan pengarang buku ini pendek-pendek, buku ini juga mengajak kita untuk lebih memperhatikan kehidupan akhirat yang kekal abadi.