Ridwan Hasan, SH, MM menekan tombol dan membuka selubung papan nama tanda dimulainya sekolah di lingkungan Arun menjadi negeri


Penegerian sekolah swasta Yapena menjadi sekolah negeri berlangsung di aula SD Negeri Arun jalan Balikpapan komplek PT Arun Lhokseumawe dilakukan Ridwan Hasan, S.H, MM mewakili Gubernur Aceh Sabtu (26/11) diawali pembacaan kitab suci Alfiadi Sarong  dan dihadiri  antara lain Gubernur Aceh, Danrem Lilawangsa, Danramil , Kapolres Lhokseumawe,Bupati Aceh Utara, Bireuen, Lhokseumawe, Kapolsek Muara Satu, Muara Dua, Camat Muara Satu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Lhokseumawe, Kecamatan Muara Satu, Rektor Unima, Direktur Politeknik, Kepala-kepala Dinas dan jajarannya, alim ulama, tokoh-tokoh masyarakat, guru-guru dari TK-SMA,  siswa-siswi di lingkungan Arun dan  undangan lainnya.

Vice Presiden PT Arun Zulkifli Abubakar mengatakan penegerian ini dilakukan setelah melewati masa transisi 6 bulan lamanya. Keberadaan  sekolah di Arun ini telah ada sejak 1978 yang terdiri dari jenjang Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, waktu itu  bernama Tamansiswa, adalah salah satu bentuk dan perhatian perusahaan pentingnya pendidikan dari usia dini, 2001 dikelola Yapena, jumlah siswanya yang ada untuk setiap jenjang pendidikan pada waktu itu berkolerasi erat dengan jumlah karyawan PT Arun. Dengan menurunnya kegiatan dan produktivitas kilang LNG Arun, semakin berkurang karyawan yang bekerja, demikian pula jumlah siswanya. Pendidikan memegang peran sangat penting dalam kehidupan kita. Dengan dinegerikan sekolah di komplek ini oleh Pemerintah Aceh, adalah suatu kemajuan untuk menyelamatkannya.

Rombongan Ridwan Hasan, SH,MM disambut tiga dara saat meninjau lokasi sekolah yang baru diresmikan

Drs. Zulkifli Saidi mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh melaporkan diresmikan penegerian sekolah Arun ini sesuai nota kesepahaman antara PT Arun dengan Pemerintah Aceh 11 Januari 2011 antara lain mengangkat penanggung jawab sekolah yang ada di PT Arun dan Yapena menjadi tanggung jawab Pemerintah Aceh, mengangkat penanggung jawab seluruh aset dan perangkatnya termasuk 112 orang guru dan pegawai dari semua jenjang dengan 1110 orang murid. Semua  hak dan kewajiban yang selama masa transisi masih disubsidi  PT Arun, kini menjadi tanggung jawab penuh pemerintah Aceh.  Dari tingkat TK, SD, SMP Yapena menjadi TK, SD, SMP Negeri Arun, sedangkan SMA menjadi SMA Modal Bangsa Negeri Arun

Gubernur Aceh yang diwakili Ridwan Hasan, SH, MM saat meresmikan penegerian sekolah di PT Arun mengatakan Pemerintah Aceh dengan kerja keras sekarang ini ingin meningkatkan kualitas hidup rakyat, kemajuan pendidikan, dan kesehatan. Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada manajement PT Arun atas sumbangsihnya  dalam dunia pendidikan dan kesehatan.

Dengan diakui keberadaan sekolah di Arun menjadi negeri, tanggung jawab Pemerintah Aceh makin besar untuk mengelola operasional pendidikan, harus berkelanjutan sebagaimana sekolah lain. Maju mundurnya pendidikan berada di pundak kita semua, untuk itu harus berkomitmen, peduli, saling pengertian, untuk sama-sama memelihara semua fasilitas yang ada. Sekolah-sekolah ini milik masyarakat, sehingga pendidikan di daerah kita akan lebih maju di masa yang akan datang.

Selesai acara peresmian penegerian sekolah Arun, dilanjutkan dengan peninjauan ke sekolah-sekolah milik perusahaan tersebut.