Demi meningkatkan mutu pendidikan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi anak terhadap pelajaran yang sedang dihadapi, tak kurang dari 46 siswa MTs Dayah Modern Arun Yapena mengadakan kegiatan di luar sekolah dengan mengunjungi Kantor Pos Batuphat Lhokseumaawe, Rabu (2/11)

Dalam perjalanan ke Kantor Pos, siswi yang kesemuanya wanita ini merelakan berjalan kaki untuk mencapai tujuan. Dengan gayanya yang penuh tawa dan rasa riang, anak-anak itu pun bercanda dengan gurunya Pak Ridha yang memang terkenal penuh humor.  Sesekali terdengar  membahana memecahkan kesunyian sampai-sampai ibu-ibu yang tengah berlalu di samping mereka  pun jadi tertawa karenanya.   Tanpa terasa mereka telah menginjakkan kakinya di Kantor pos cabang Batuphat.

Di Kantor Pos Batuphat mereka disambut oleh Pak Pos yang menantikan kehadiran anak Dayah Modern Arun sejak lama.  Setelah bersalaman, Pak Ridha memperkenalkan mereka kepada keduanya dan mengatakan maksud tujuan datang mengunjungi Kantor Pos untuk mengetahui lebih dekat tentang pos dan yang berhubungan dengan surat-menyurat. Kontan saja anak-anak ingin mendapatkan jawaban dari petugas pos dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang telah dipersiapkan anak-anak Damora dari sekolahnya.

Pak Pos yang terkenal ramah dan penuh simpati itu mengatakan  kantor pos sudah ada sejak dulu,  sejak orang mulai mengenal pos, kalau dahulu masih menggunakan merpati pos, digunakan mengantar surat untuk kalangan raja di Inggris dan terus berkembang seperti sekarang ini.

Nurul Izzah seorang di antara mereka menanyakan kapan waktunya sampai jika sekarang kita kirim surat, berapa ongkos ke luar negeri misalnya ke Qatar seperti teman saya, Pak? Mengapa surat yang sudah dikirimi kembali lagi ke alamat, Pak? tanya Maghfirah gantian

Cepat lambatnya sampai surat tergantung, bisa dua, tiga hari. Kalau ke luar negeri misalnya Qatar, ditimbang dulu, dan dicatat di komputer. Ini kena biaya 15.000 rupiah, kalian yang kirim dapat bukti pengiriman namanya resi, ujar Pak Pos menjelaskan. Bahkan pegawai Pos itu menjelaskan hal lain yang berkaitan dengan surat menyurat, sampai anak Damora puas.

Kalian tiap mengirim surat dikenai biaya, namanya perangko. Perangko juga ada yang asli dan palsu, pilihlah yang benar-benar asli. Tanda-tandanya kalau direndam dalam air gambar tidak luntur, dilihat tempat terang pada perangko asli ada cap pos dan giro, yang asli bisa langsung dilekatkan pakai air soalnya di bagian belakangya ada lem, jelas Pak Ridha.

Wah, ternyata guru kita ini bisa juga ya, kayak Pak Pos ! ungkap Dinda Anisa. Benar, kan nggak perlu repot-repot jadi guru, Pak, jadi Pak Pos aja, kata Rizki Wulan Dara saat Pak Pos tengah melayani yang lain. Anak Damora pulang setelah pamit dengan pegawai Pos yang telah mereka bikin repot.