Bertempat di stadion PT Arun, Minggu (6/11) telah dilaksanakan shalat Idul Adha 1432 H dengan kutbah Idul Adha oleh Prof. Dr. Nur A. Fadhil Lubis, MA Rektor IAIN Sumatera Utara Medan dan imam dr. Zuher dari Pupuk Iskandar Muda Lhokseumawe.

Edi Iskandar Ketua Panitia Idul Adha 1432 H mengatakan kegiatan Idul Adha 1432 H telah diawali dengan takbir akbar yang diikuti 7 bus PT Arun, kendaraan pribadi lainnya, serta sepeda motor mengelilingi komplek PT Arun,  pengumpulan hewan kurban dari  pegawai PT Arun dan keluarga  sebanyak 49 ekor sapi dan 31 ekor kambing, pemotongan hewan kurban dilaksanakan di jalan Balikpapan selesai shalat Idul Adha. Yang bertindak sebagai khatib Prof. Dr. Nur A. Fadhil Lubis, MA dan imam dr. Zuher.

Khatib Prof. Dr. Nur A. Fadhil Lubis, mengingatkan bahwa ada tiga peristiwa penting; haji dan kurban, yang harus kita kenang dan renungkan, karena mengandung pelajaran dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan. Pertama, Nabi Ibrahim menemukan Tuhan melalui pencarian dan pengalaman ruhani. Kedua, melal ui beliaulah kebiasaan mengorbankan manusia karena rahmat Allah, dan yang ketiga, Ibrahim satu-satunya nabi yang bermohon agar diperlihatkan bagaimana Tuhan menghidupkan yang mati dan permohonan tersebut dikabulkan Allah.

Di dalam pelaksanaan ibadah haji, waktu berkumpul di Arafah, semua berada di tempat yang sama, menyembah Tuhan yang satu. Persamaan itu makin jelas tergambar dengan pakaian ihram yang dikenakan. Pakaian itu adalah simbol persamaan manusia di hadapan Tuhan.  Menariknya, orang-orang dilarang fusuk dan jidal. Intinya kita dilarang melukai rasa kemanusiaan, menista orang lain lebih-lebih karena status dan kedudukan.

Implimentasi dari nilai kemanusiaan, menegakkan keadilan, salah satu pesan penting Rasulullah ketika haji wada’. Betapa saat ini kita merasakan ketidakadilan. Hukum  berpihak kepada kekuasaan dan kekayaan. Perjalanan ibadah haji sarat dengan simbol. Bagi kita yang melaksanakan sangat merasakan suasana batin ketika di Arafah juga  Muzdalifah, seolah tengah menantikan keputusan Allah, demikian Rektor IAIN Sumatera Utara mengakhiri