Fadli tampak melayani pelanggannya yang memfoto copi di ud Singgalang miliknya Simp IV Batuphat Lhokseumawe


Penyediaan poto copy sudah saatnya dibuka lebih banyak lagi. Apalagi menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan seperti poto copy, cuci cetak foto langsung jadi, alat-alat tulis kantor, dan sebagainya. Terlebih pada saat sekolah dan jam masuk kantor. Jam-jam sibuk begini, biasanya banyak pekerja-pekerja datang, demikian Fadli penjaga sekaligus pemilik toko ud Singgalang Lhokseumawe @kepada haba Rakyat pagi itu, Kamis (11/8)

Keramahan adalah kunci utama disamping kejujuran. Kalau kita ramah, orang pasti banyak yang datang, mereka tidak sungkan-sungkan, bahkan mereka terkadang boleh ambil sendiri, asal sudah kenal betul. Pagi itu benar adanya. Dia buka toko pagi sekali sekitar pukul 07.00 meskipun orang lain belum buka. Dengan ramahnya beliau melayani setiap pelanggan yang datang ke tempat usaha yang telah dirintis 5 tahun lalu.

Pagi itu dengan ramahnya dia menyapa pelanggannya, “Selamat pagi, Pak Haji, ada yang bisa dibantu? Kok dah lama nggak datang, katanya mau ke Jakarta !” katanya. Fadli tetap ramah walaupun pelanggannya itu cuma senyum-senyum

Awalnya lelaki kelahiran 21-4-1978 di Samalanga membuka usaha sebelum menjadi sekarang ini, dia dulunya menjadi pedagang kelontong, bahkan sampai hijrah ke Malaysia sekitar awal 2000-an. Nasib memang masih jauh dari tangannya, rezeki bukan malah didapat, barang di badan pun habis tergadaikan, semuanya dijual habis, tumpur pun melilit dahi, akhirnya balik lagi ke Aceh.

Selama di Lhokseumawe, ia berdagang kelontong lagi. Ditemani istrinya Sri Nila yang dinikahinya tahun 1999, bapak 5 anak ini pun bangkit dari tidurnya. Mulailah pada pagi itu dia berdagang kelontong. Nah dari berdagang kelontong inilah dia menemukan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya, berteman dengan lelaki bernama Razali

Kebetulan waktu itu sang teman sedang butuh biaya dan dia mau buka usaha di kedai Krueng Geukueh, Fajar Studio Close Up. Dia jual poto copynya tersebut dan dibelinya. Atas usaha temannya tersebut, Fadli berjuang dan banting stir menghidupi keluarganya dengan membuka usaha poto copy. Pertama kalinya sih sulit, tetapi lama kelamaan yang bisa dibilang menguntungkan.

Dari hari ke hari usahanya pun kian maju. Dari dulunya hanya ada satu usaha poto copy, sekarang sudah menjadi empat buah. Singgalang 2 di poto copy Anita lama, Bukit Indah tempat mahasiswa kuliah, Singgalang 3 di Kampus Reluet, dan satunya Singgalang di depan pintu perumahan PT Arun Lhokseumawe. Tak hanya itu, dia pun sudah membuka lapangan pekerjaan baru bagi 8 orang karyawannya yang semuanya wanita.

Sungguh suatu hasil yang membuat decak kagum telah diukirnya. Walau dulunya bercita-cita jadi PNS, karena keadaan ekonomilah yang beralih jadi pengusaha poto copi. Kalau apa pun pekerjaan kita, asal mau berusaha pasti Tuhan akan beri jalan kepada kita. Ingat, jangan lupa sisihkan bagian dari usaha kita, buat mereka yang tidak punya pekerjaan dan sekali lagi keberuntungan akan kita raih bila kejujuran menghiasi hidup kita, ujar Fadli sedikit berkutbah.  Semoga………!!