Penyematan tanda peserta Saka Bahari Family Camp


Gerakan pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, yang sanggup bertanggung jawab, mampu bekarya untuk pengabdiannya kepada masyarakat, berkewajiban untuk membentuk kader-kader pembangunan, kader Pancasila, kader pemimpin bangsa yang ksatria dan berbudi luhur. Salah satu bagiannya adalah saka bahari dengan membentuk Saka Bahari Family Camp.

Perkemahan ini  sebagai wadah pertemuan untuk menggalang persaudaraan, menambah pengalaman, pengetahuan, ketrampilan wawasan patriotisme yang mengarah pada pembinaan ketahanan nasional, dilaksanakan di Bumper Komplek Perumahan TNI Angkatan Laut Pulo Rungkom Dewantara Aceh Utara 16-19 Juni 2011, dengan tema Melalui Saka Bahari Family Camp jajaran Lanal Lhokseumawe, bermaksud  menciptakan kader bangsa berakhlak, bermoral Pancasila, serta menanamkan motivasi yang kuat untuk  melahirkan karya bakti, menumbuhkan rasa cinta tanah air yang berorientasi kebahariaan,  dihadari Komandan Denrudal 001 Pulo Rungkom, Kapolres Lhokseumawe, Camat Dewantara, Danramil Dewantara, Kakwarcab Aceh Utara, Kapolsek Dewantara, kakak-kakak utusan Kawarcab, dan 215 peserta Saka Bahari Family Camp yang berasal dari  Sumatera Utara dan Aceh.

Komandan AL Lanal Lhokseumawe sedang memberikan hadiah pada para terbaik dalam Saka Bahari Family Camp

Ketika membuka perkemahan ini, Danlanal Lhokseumawe yang dibacakan Kapten Laut (E) Moedo Handoko mengatakan  pramuka saka bahari merupakan salah satu wadah pembangunan bagi pramuka yang menyelenggarakan kegiatan nyata, positif, produktif, dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap berorientasi kebahariaan termasuk laut dan perairan pedalaman,  sebagai  suatu kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan sistem lingkungan hidup kelautan dan perairan, salah  satu satuan karya pramuka tempat peningkatan dan pengembangan kecakapan, keterampilan, pengalaman, dan kepemimpinan. Kegiatan ini bersifat educative, proaktif, kreatif, rekreatif, inovatif, yang menerapkan metode permainan, diskusi, demontrasi, simulasi, dan kegiatan di dalam perkemahan dan diluar, dengan moto Satyaku Kudarmakan,  Darmaku Kubaktikan

Dalam perkemahan Saka Bahari Family Camp ini diisi dengan kegiatan umum apel,  camp draft (pembinaan kebersihan) system pembuangan sampah, sanitasi air, dan standarisasi kebersihan tenda, ketrampilan krida bahari  pemahaman tentang negara maritime dan segala potensinya, kesaka baharian, olah raga air, out bond, wawasan kebangsaan, seminar kepemudaan remaja dan permasalahannya, susur pantai, bakti masyarakat dengan membersihkan mesjid, forum pamong saka, futsal, dan wisata bahari.

Peserta tengah gotong royong membersihkan mesjid Pulo Rungkom

Salah satu kegiatan Saka Bahari Family Camp yang cukup menarik adalah perkenalan krida bahari. Secara berkelompok mereka dikenalkan bagaimana menghadapi bahaya di air. Mereka terjun dari ketinggian dermaga  Kr Geukueh dengan pelampung di badan, membalikkan perahu bersama-sama, dan berlomba perahu karet mencapai tepi, sungguh mengasyikan.

Acara ini ditutup Komandan TNI Angkatan Laut Lhokseumawe Letkol Laut (P) Jefry Hermawan. Dalam sambutannya beliau katakan dan mengimbau peserta bersama-sama menggali potensi sumber daya kelautan yang dimiliki dan melestarikan bersama-sama agar kelak menjadi kebanggaan. Dari perkemahan ini dapat memperkenalkan seluruh masyarakat betapa pentingnya satuan karya bahari, akan bermanfaat pada dirinya, serta diharapkan ilmunya kan menjadi bekal di kemudian hari, dan terima kasih pada semua panitian dan semua elemen atas suksesnya acara ini.

Dikatakannya, saka bahari ini menyelenggarakan kegiatan nyata dan produktif dibidang kebahariaan merupakan sarana untuk membina dan mengembangkan mental, fisik, dan pengetahuan kecakapan, ketkerampilan, dan pengalaman, membina dan mengembangkan kepemimpinan, kemampuan mengelola organisasi dan kegiatannya, mengadakan pertukaran pengalaman, pandangan, dan pendapat kecakapan di antara peserta, membiasakan hidup bersama, bergotong royong, serta menanamkan sifat toleransi dan kesetiakawanan, membina dan memupuk jiwa mandiri dari setiap pramuka saka bahari dalam menghadapi kehidupan alam bebas, mewujudkan dan menciptakan kader bangsa yang ikut bertanggung jawab terhadap keamanan dan kelestarian lingkungan hidup yang menyangkut kebahariaan

Para undangan yang menghadiri upacara Saka Bahari Famili Camp

Ketika diminta pendapatnya, Kak Nurdin penisepuh pramuka mengatakan adik-adik yang dulunya kurang mencintai saka bahari kini mulai mencintainya, seperti Sabtu kemarin tes mental di laut, berenang, malam pentas seni, api unggun malam Minggu,  pembakaran ikan oleh panitian Angkatan Laut Lanal Lhokseumawe, dan adik-adik sangat terkesan atas terselenggaranya Saka Bahari Family Camp, tiap dua bulan akan dibuat lagi. Widya Anita Sari dari Posal Kr Geukueh berujar ia sangat senang mengikuti perkemahan Saka Bahari Famili Camp ini, bisa lebih maju, dan acara yang sudah ada sangatlah baik, dan bisa dibuat lagi di masa yang akan datang

Perkemahan 4 hari ini berakhir dengan pemberian hadiah kepada 1 Posal Kr Geukueh, 2 Idi Rayeuk, 3 SMA Negeri 2 Nisam, dan tergiat 1 Posal Langsa, 2 Puedada, dan 3 SMA Negeri 2 Lhokseumawe