Pak Edy sedang melayani pembeli di warungnya di kota Langsa

Makanan dari Berbagai Jamur dapat kita temukan di tempat ini. Mulai dari makanan dari bahan jamur Kripsi, kripik jamur, bakso jamur, dsb. Sebagai  bahan bakunya, jamur dibudidayakan sendiri, kita olah sendiri, demikian pengakuan Pak Edy kepada haba Rakyat ketika berkunjung ke Empek-empek Jamur di kota Langsa, Sabtu (11/6)

Menurut pengakuan beliau, usaha dagang jamur kripsi ini sungguh menjanjikan. Tidak hanya makanan, berbagai kebutuhan lainnya pun dapat dibut dari bahan jamur. Ini baru yang pertama atau mungkin satu-satunya di kota Langsa.

Pak Edy mengatakan bahwa usaha yang ditekuninya dimulai sejak tanggal 5 Februari 2011 yang lalu, baru beberapa bulan, tetapi hasil yang didapatkan cukup dapat diandalkan. Memang sebagai usaha sampingan, tapi kalau ditekuni, bisa membawa keberuntungan.

Awalnya sih dia ingin buat kapsul, murninya untuk darah tinggi, kekurangan zat besi, obat diabet, animia. Rupanya sumbangan untuk membuat kapsulnya tak datang, lalu dibuat kuliner terapi. Medianya dari rumput laut, kentang, dedak, dikukus sama gergaji, katanya.

Bahan pembuat jamur kripsi dapat ditingkatkan. Misalnya empek-empek jamur, tekwan jamur, bandrek jamur, bakso jamur. Dari hasil usahanya ini, dia dapat meraup keuntungan 300-500 ribu satu harinya. Kalau dikalikan satu bulan bapak satu ini bisa mencapai sekita 9 juta rupiah, suatu keuntungan fantastis, dan bisa mengembalikan modal.

Untuk menjalankan usahanya ini, beliau dibantu Asni istrinya, seorang PNS aktif yang mengisi waktu luangnya sebagai pembuat  makanan. Sang istri yang mengolah bahan makanan tersebut seperti empek-empek jamur, tekwan jamur, bakso jamur. Sampai kini dia sudah mempekerjakan dua orang karyawan.

Pak Edy tidak hanya pinter ngolah bahan jamur sebagai bahan makan, tetapi juga merangkap sebagai pelukis. Lihatlah di tokonya terpampang berbagai macam lukisan yang sangat indah. Tidak hanya itu, beliau juga mendidik putra putrinya jadi pelukis. Anak yang sulung saat ini kuliah di Unsiyah jurusan kesenian, sedangkan adiknya baru naik ke SMP kota Langsa.

Begitulah Pak Edy dengan jamurnya, kalau ditekuni pasti meraup keuntungan yang tiada tara. Meskipun begitu, Pak Edy tetap rendah hati.