Taman Kanak-kanak merupakan tempat belajar dan bermain bagi anak. Sebuah tempat bagi anak usia pra sekaloah. Umumnya mereka berusia 4-6 tahun. Di sana mereka bisa berinteraksi sosial dengan teman sebaya. Pada prinsipnya, Taman Kanak-kanak merupakan  pendidikan di usia TK yang menganut pengertian bermain sambil belajar, belajar sambil bermain.  Kita semua tanda tanya mengapa setiap tamat dari Taman Kanak-kanak (TK) selalu ada wisuda layaknya telah kuliah ? Jadi, ini tandanya sudah selesai bermain di TK, sebentar lagi akan melanjutkan ke SD, bukan berarti kalau di SD boleh bermain, tetapi ada waktu belajar dan ada waktu bermain.

Firman Allah dalam surat Lukman ayat 8 mengatakan,” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan, mereka akan mendapatkan syurga-syurga penuh kenikmatan.”

Sebagai orang tua sekaligus guru pastilah menginginkan syurga itu, walaupun guru itu dikenal sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”, tetapi para guru tidak akan gundah, semua ini tentunya dilaksanakan dengan niat semata-mata karena Allah. Dengan ini menambah yakin kita semua bahwa segala perbuatan yang baik dan sesuai dengan ayat tersebut di atas

Para guru di TK telah mengajarkan dan mendidik anak-anaknya  dengan menggali potensi yang mereka miliki, sesuai dengan kurikulum KTSP. Konon lagi bila daerahnya yang ditinggali anak-anak menerapkan syariat Islam. Sudah barang tentu, guru-guru  di TK melakukan menurut ajaran yang berkembang dan terus berkembang, yaitu penegakan syariat Islam.

Pendidikan dan kecerdasan yang diterapkannya antara lain:

  1. Kecerdasan spiritual, kemampuan mengenalkan dan mencintai ciptaan Allah, melalui penanaman moral dan nilai-nilai agama. Anak mulai ditanamkan bahwa kita ini ciptaan Tuhan yang perlu beribadah kepada-Nya, ke mesjid, berpuasa, dan mendermakan kemampuan yang ada pada kita
  2. Kecerdasan linguistic, kemampuan berbahasa. Di sini para guru mencoba memberikan rangsangan melalui berbicara, mendengar, membaca, bercerita, menulis, berdiskusi
  3. Kecerdasan logika matematika, kemampuan menggunakan bilangan atau angka, diajarkan melalui berhitung, membedakan bentuk dan bermain dengan benda-benda yang ada di sekitar anak
  4. Kecerdasan visual special, kemampuan mempersepsikan warna, garis, luas, dan ruang. Anak dikenalkan dengan bermain balok-balok, dan geometris , menyusun puzel, menggambar, melukis. Anak-anak diajak melalui kegiatan menonton film kartun, maupun bermain dengan imajinasi
  5.  Kecerdasan kinestetik tubuh, kemampuan gerakan tubuh melalui kegiatan olah raga. Biasanya anak akan berkejar-kejaran, main alipan, menangkap bola, menendang bola, dsb
  6. Kecerdasan musical, kecakapan menggunakan metode alat bunyi, di sini mereka diajarkan melalui irama, nada, bunyi,  menyanyi, menari, dan bertepuk tangan
  7. Kecerdasan naturalis, kemampuan untuk memahami sifat-sifat alam. Anak-anak dibawa ke tempatnya untuk mengamati lingkungan alam sekitar, bercocok tanam, memelihara hewan dan binatang, mengamati fenomena alam seperti hujan, angin, malam, panas, dingin, siang dll.
  8. Kecerdasan interpersonal, kemampuan untuk memahami orang lain melalui bermain bersama, bergotong royong, bermain peran
  9. Kecerdasan intrapersonal, kemampuan untuk memahami potensi diri dan pengendalian emosional. Anak didik dididik melalui pengembangan konsep diri, harga diri, mengenal diri sendiri, percaya diri, dan kedisiplinan

Melalui 9 kecerdasan ini, guru TK berusaha maksimal bagaimana caranya agar anak-anak mampu mengembangkan potensinya, mereka menemukan sendiri bakat dan kemauannya untuk dikembangkan dengan tanpa disadarinya

Lihatlah, bila anak bapak ibu telah mempu menerapkan satu dari sembilan kecerdasan di atas, berarti anak bapak ibu perlu mendapatkan penghargaan dari kita sebagai orang tuanya.