Tari persembahan ranub lampuan ditampilkan dalam acara Perpisahan Siswa Yapena 2011 di Multipurpose Lhokseumawe


                Perisahan merupakan suatu keharusan di mana siswa kelas akhir memasuki babak baru dalam dunia pendidikan. Adakalanya perpisahan dianggap sebagai suatu yang sacral. Seorang akan merasa pendidikannya telah habis dan akan berpisah dengan bapak ibu gurunya demi sebuah kemenangan. Kemenangan yang telah dinantikan sejak lama. Kemengan yang diraih hanya satu kali seumur hidup. Kemengan itu menghinggapi siswa-siswi SMA Yapena dengan menggelar acara perpisahan dengan guru mereka di Multipurpose Lhokseumawe, Sabtu malam (30/4/2011)

Acara itu  diawali tarian ranub lampuan untuk menghormati undangan yang hadir, pembacaan ayat suci Al Quran Dahlin Fikri, dengan mengangkat tema Finally Now, It’s  Our Time To Make A Sweet Memory For The Bringkter Future, dihadiri oleh VPD PT Arun, Divisi Manajer 1 dan 2, Supirentendent Agus Nur Yasin, Ketua Umum Yapena Ridwan Ishak, Direktur Pendidikan Yapena, Komite Umum Hasaballah Said, Komite SMA Mahyuddin Hasan, Ketua BDI PT Arun Nurdin idris, bapak ibu Kepala Sekolah Yapena, bapak ibu orang tua murid, dan unsur manajemen PT Arun lainnya.

Penonton yang hadir menyaksikan acara perpisahan

Yuliwaty Kepala SMA Yapena mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu orang tua siswa, panita, OSIS, manajement PT Arun sehingga terselenggaranya acara ini. Tahun ini siswa-siswi yang akan menamatkan pendidikannya berjumlah 129 orang, dari program IPA 68 orang, IPS 61 orang, terdiri putra 65 orang dan putri 64 orang. Mereka telah  mengikuti ujian nasional 16-21, insyaallah 16 Mei 2011 akan diumumkan hasilnya. Kita doakan semoga mendapat hasil yang bagus.

Ditambahkannya, tahun ini adalah tahun kesepuluh, tahun terakhir melepaskan siswa yang namanya Yapena. Harapannya semoga mereka mendapatkan prestasi yang bagus. Sekolah juga telah mengirimkan melalui SMPTN jalur undangan 52 oang,  2 orang UI, 10 jalur Usmo di Banda Aceh, 1 orang lulus STT Telkom Bandung, 33 orang sudah lulus President University Jakarta  yaitu IPA 21 orang 12 IPS.

Beliau juga mohon maaf atas nama dewan guru kepada bapak dan ibu yang selama ini telah mendidik anak-anak mereka. Mengucapkan selamat kepada anak-anak semoga sukses dengan cita-cita yang diimpikan. Bila di perantauan, mereka juga diingatkan agar jangan lupakan shalat lima waktu. Apabila menghadapi suatu kesulitan, curhatlah kepada Allah dan mohon ampun kepadanya. Jangan berputus asa jika tak berhasil yang merupakan cobaan bagi siswa semuanya

Salah satu pertunjukan drama

Pada kesempatan itu Drs. Bachtiar Yusuf Direktur Pendidikan Yapena mengatakan bahwa perpisahan ini merupakan jadwal tetap, kalau tidak ada perpisahan tidak afdal, tidak sempurna. Pendidikan tahun ini berjalan dengan baik, mengalami peningkatan dari setiap tahunnya,  dan prestasi ini bukan hanya kerja seorang saja, melainkan semuanya. Tahun  ini siswa-siswi telah dibekali berbagai ilmu. Tentunya tidak cukup ilmu yang didapat. Siswa perlu belajar lagi, karena di Perguruan Tinggi sangat ketat. Kalian tentu akan menghadapi paradigma belajar, belajar tidak perlu disuruh lagi, belajar sebagai kebutuhan, yang tidak belajar pasti ketinggalan. Berlombalah untuk menuju kemajuan.

Anwar mewakili wali murid mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu dewan guru yang telah mendidik anak mereka sebagai mana anak sendri. Keberhasilan anak mereka tidak terlepas dari upaya manajement selama ini dan usaha kita semua meraih cita-cita yang diinginkan.