Geucik Tambon Baro M. Hamzah Amin sedang mengambil sumpah imam mukim yang baru Zulkifli Hanafiah disaksikan sekretaris desa Ibni Yamin di desa Tambon Baro kecamatan Dewantara


Lepas sambut Imum Meunasah Tambon Baru kecamatan Dewantara Aceh Utara dilangsungkan dengan upacara sederhana dan hikmat. Acara ini digelar dan dihadiri oleh Geucik Tambon Baro  M. Hamzah Amin,  Mustafa Ahmad Ketua Majelis Pemimpin Ulama Dewantara,  Lukman Hakim ketua KUA Dewantara, tokoh-tokoh masyarakat, tuha peut gampong, dan 152 undangan  bertempat di meunasah desa Tambon Baro kecamatan Dewantara Aceh Utara, Jumat (15/4) malam.

Acara lepas sambut ini diawali dengan pembacaan surat keputusan pemerintah daerah Aceh Utara yang dibacakan Ibni Yamin Sekretaris Desa Tambon Baro. Beliau mengharapkan agar imam mukim baru  dapat berbuat yang terbaik untuk masyarakat di antaranya menjaga lingkungan tatap terpelihara dengan baik, memelihara dan memakmurkan meunasah, mengelola baitul mal, dan mengatur serta menjaga keutuhan dalam menegakkan syariat Islam, setelah lebih dulu pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ibrahim Usman dan penyerahan cindera  mata kepada imam terpilih Zulkifli Hanafiah oleh salah seorang anggota masyarakat

M. Hamzah Amin Geucik Tambon Baro ketika mengambil sumpah Zulkifli Hanafiah mengatakan hendaknya imam yang baru dapat melaksanakan amanah rakyat, karena dipilih oleh rakyat dan untuk rakyat. Imam bertanggung jawab penuh terhadap segala macam yang berkaitan dengan masalah agama dan senantiasa berkoordinasi dengan Geucik Tambon Baru jika ada masalah, dan masalah tidak bisa diselesaikan sendiri.

Masyarakat yang sedang mengikuti acara pelantikan imam meunasah Tambon Baro

T. Lukman Hakim menuturkan sebagai anggota masyarakat kita haruslah patuh dan taat pada pemimpin. Dengan patuh dan taat itu banyak hikmah yang kita dapatkan. Salah satunya, masyarakat akan terpimpin sesuai dengan syariah agama.  Dan  dii pengujung acara, Mustafa Ahmad sangat berharap kepada semua yang hadir agar nur Muhammad  dan nikmat Islam ini haruslah tetap terpelihara.  Kita memerlukan hubungan yang harmonis antara geucik, imam, tuha peut, tuha lapan, dan masyarakat.