Perserta sedang mendengarkan penjelasan dari Disdikpora di gedung Multipurpose menyangkut dengan ujian akhir sehubungan dengan Sosialisasi UAN 2011

Rumah merupakan labaratorium untuk melatih sikap dan mental yang benar dalam memahami hubungan antara manusia. Kehangatan rumah yang di dalamnya terjadi hubungan yang harmonis akan memperkuat sebagai individu yang ada di dalamnya menghadapi segala macam tantangan. Di dalamnya terdapat ayah yang bertugas dan bertanggung jawab penuh dalam meningkatkan moral dan dinding komunikasi bagi anak pada akhirnya membentuk prilaku terpuji ,dan akan lahirlah pribadi yang kuat di tengah masyarakat.

Anak yang demikian telah digagas pihak Disdikpora Lhokseumawe dengan mengadakan pertemuan orang tua dari siswa yang akan menghadapi ujian akhir. Pertemuan tersebut dihadiri oleh manajement PT Arun, Direktur Pendidikan Yapena, Kadisdikpora Lhokseumawe, Kadis Kecamatan, kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK. Kegiatan itu sendiri di pusatkan di gedung Multipurpose PT Arun dan mengambil tema Dengan Sosialisasi Perubahan Sistem UAS Tahun 2011/2012 kita pacu semangat belajar siswa menuju peningkatan mutu dan prestasi lulusan, Kamis (3/3)

Dalam arahannya, Kadisdikpora Ramli Ismail mengatakan pertemuan  yang digagasnya ini adalah kali ke-4 supaya orang tua tidak resah dalam menghadapi UAN 2011. Pelaksanaan UAN katanya, terjadi perubahan drastis sebab terjadinya perubahan sistem nilai. Orang tua diharapan perlu menanamkan nilai akhlak pada anaknya di rumah, karena ini adalah tanggung jawab sebagai orang tua, guru hanyalah sebagai penyambung lidah, mentransferkan ilmu pengetahuan termasuk juga mendidik. Orang tua perlu memberi contoh prilaku yang baik, awasi anaknya kalau perbuatannya telah menyimpang, karena mereka bergaul dengan anak 18 jam lebih banyak dibandingkan guru.

Dalam satu  sesi, Tarmizi mengatakan UAN kali ini tidak lagi dua paket, melainkan lima paket. Hal ini untuk mengurangi kecurangan yang terjadi. Dikatakannya, UAN SMA 18/4, SMP 25/4, sedangkan SD 15/5 yang akan datang. Kelulusan untuk tahun ini diperkirakan bisa mencapai 100 % asalkan siswa menjawab dengan benar, perhitungannya pun beda. Kalau dulu hanya ditentukan oleh hasil UAN sekarang tidak. Kelulusan ditentukan sekolah yang bersangkutan. Dari data rapor siswa juga diperhitungkan 40 % ditambah 60 % hasil UAS ditambah lagi dengan 60 % hasil UAN.