Penceramah Dr. Armiadi Musa, MA dari Banda Aceh tengah memberikan pencerahan kepada keluarga besar PT Arun di aula mesjid Istiqamah Lhokseumawe, Selasa (14/12) malam

Untuk meningkatkan kualitas umat dalam mengeluarkan zakat dan terjadinya hubungan yang synergy baik yang memberi atau yang menerima  zakat, Badan Dakwah Islam PT Arun bekerja sama dengan Baitul Mal Aceh telah melaksanakan sosialisasi zakat perusahaan bagi keluarga besar PT Arun bertempat di mesjid Istiqamah Lhokseumawe, Selasa (14/12) malam dengan menghadirkan pembicara Dr. Armiadi Musa, MA dari Banda Aceh .

Dalam pembukaannya, Maimun Yusuf mengajak kita yang hadir dan pendengar Radio Istiqamah Arun untuk menyimak apa yang akan disampaikan dan mengambil iktibar sehingga harta kita bersih dari dosa, menambah ketaqwaan kepada Allah, dan semakin yakin kita kalau di dalam harta kita ada hak orang miskin, melalui tema Kemitraan Dalam Meningkatkan Kualitas Umat

Dr. Armiadi Musa, MA mengatakan bahwa zakat perusahaan sama cara menghitungnya dengan zakat perdagangan, yaitu nisabnya 94 gram emas, kadar zakatnya 2,5 % (qamariah) 2,58 % (syamsiah), yang dihitung harta dalam bentuk barang, uang tunai, dan harta dalam piutang. Landasan hukum yang digunakan adalah surat Al Baqarah 267, At Taubah 103, dan hadist syirkah no 1448, 1450, dan 1451. Sementara undang-undangnya pasal 11 ayat 2 bagian b UU.No. 38/1999. Di antara objek zakat yang wajib dikeluarkan adalah zakat perdagangan dan perusahaan. Pasal 10 hrf (a) Qanun no 10/2007.

Dosen fakultas syariah IAIN Ar-Raniry juga memaparkan cara menghitungnya di antaranya  menentukan nilai set yang dikenai zakat, menghitung nilai kewajiban yang mengurangi harta kena zakat, dan nilai kadar zakat.

Di sesi tanya jawab, Kepala Bapel Baitul Mal Aceh Besar itu mengatakan jika perusahaan industry murni tidak melakukan kegiatan perdagangan, maka sahamnya tidak dizakati, yang diakati adalah keuntungannya, sebaliknya maka perusahaan wajib dikeluarkan zakatnya.