Untuk meningkatkan taqwa kepada Allah, mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya, dan memuliakan malam seribu bulan, Badan Dakwah Islam (BDI) PT Arun dan masyarakat lingkungan Muara Satu menggelar malam nuzulul quran di mesjid Istiqamah PT Arun Lhokseumawe Kamis (26/8) malam dengan penceramah ustadz Prof. Dr. H. Hasan Asari, MA  dari Medan.

Dalam ceramahnya selesai sholat tarawih, guru besar Universitas Islam Sumatera Utara itu menguraikan hal penting mengapa kita memperingati nuzul quran, mengapa kita menyebut Al Quran turun, dan bagaimana cara kita memahami Al Quran dengan benar.

Sebagai hamba manusia itu perlu memperingatinya untuk  mengucapkan rasa syukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan dan menunjukkan penghargaan setulus hati atas keterikatan hati pada Al Quran yang diturunkan kepada umat pilihan-Nya. Manusia adalah  umat yang paling menghargai Al Quran sebagai petunjuk yang diberikan Allah. Buktinya, pertama; Al Quran dipandang  sebagai sebuah seni, bacaan yang dibaca sangat indah, dipandang sebagai hal yang luar biasa baik tulisannya (kaligrafi) dan yang diperdengarkan, kedua sebagai yang bersifat intelektual karena Al Quran telah dijadikan objek kajian ilmiah segala lapisan ilmu pengetahuan yang tak pernah berhenti sampai kiamat mendatang.

Intinya, kita memperingati nuzul quran untuk mempertegas kembali komitmen kita terhadap penghargaan pada Al Quran bahwa kita sebagai makmum dan quran sebagai imam. Al Quran telah mampu membawa revolusi kehidupan umat manusia sejak zaman nabi hingga saat ini.

Wakil rector UISU tersebut juga mengajak kita untuk senantiasa membaca Al Quran supaya tidak mengapung di udara, dipelajari agar dapat menjadi bagian dari psyco nurani kita, dan manusia  harus bangga kepada Al Quran yang telah memberikan penerang bagi kehidupan, dengan memastikan kita bisa mengajari anak cucu kita membaca Al Quran dengan metode yang cepat dan tepat, serta mengontrol setelah ia besar, memahami artinya, dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan nyata sebagai rasa syukur pada sang Maha Pencipta.