Pemenang cerdas cermat tingkat TK sedang menjawab pertanyaan juri dalam Lomba Ramadhan 1431 H di mesjid Istiqamah PT Arun Lhokseumawe, Sabtu (21/8)

Menanamkan nilai-nilai keislamaan sejak dini perlu dilakukan terhadap anak-anak kita jika menginginkan anak yang berkualtias, berakhlak, bermoral, dan memiliki aqidah yang kuat. Keselamatan generasi muda Islam berada di tangan kita sendiri. Tanpa tersentuh nilai keagamaan, tentu saja jurang kehancuran siap menghadang di depan mata. Untuk mencapai maksud tersebut, BDI PT Arun melaksanakan ajang lomba Ramadhan 1431 H selama dua hari (21-22/8) yang dipusatkan di Mesjid Istiqamah, Batuphat, Lhokseumawe.

Satu kelompok peserta SD sedang memperagakan sholat berjamaah saat mengikuti Lomba Ramadhan 1431 H di mesjid Istiqamah PT Arun Lhokseumawe

Acara lomba Ramadhan 1431 H dimulai pukul 08.30 dengan laporan Ketua Pelaksana lomba Ramadhan M. Amin Ismail yang menyebutkan kegiatan lomba menyemarakkan Ramadhan dan sekaligus menyambut nuzulul quran  diikuti 180 orang peserta, terdiri 6 TK, 11 SD,  10 SMP, dan 11 SMA se-Muara Satu Lhokseumawe. Tingkat TK dan SD dilaksanakan pada Sabtu (21/8) dengan mata   perlombaan cerdas cermat agama Islam dan hafalan doa pendek untuk tingkat TK, cerdas cermat, hafalan ayat-ayat pendek, dan sholat berjamaah tingkat SD. Hafalan ayat-ayat pendek tidak ditentukan jumlah surat yang dibaca, diberikan kebebasan pada anak seberapa dia mampu menghafalnya. Lomba sarhil quran dan pidato Islam dalam bahasa Inggris SMP dan fardhu kifayah tingkat SMA dilaksanakan  Minggu (22/8)  .

Peserta tingkat SMA sedang memperagakan pelaksanaan fardhu kifayah disaksikan Ketua Pelaksana Lomba Ramadhan H Ilyas Abd Rahman (duduk tengah kanan) dan Ketua BDI Arun H Zainal Yacob (duduk tengah kiri) saat Lomba Ramadhan 1431 H di mesjid Istiqamah PT Arun Lhokseumawe, Minggu (22/8)

Saat membuka kegiatan lomba, Ketua Kegiatan Ramadhan 1431 H, H Ilyas Abd Rahman sangat menyambut baik dan bangga bisa terlaksananya kegiatan ini dan perlu didukung karena banyak hal yang diperoleh dari perlombaan tersebut. Anak-anak bisa bertambah ilmunya, berguna, dan dapat diamalkan dalam kehidupannya kelak.

Perlombaan untuk tingkat TK berlangsung sangat seru dan menegangkan, baik cerdas cermat, maupun saat hafalan doa pendek. Anak-anak menjawab soal yang diberikan tim penilai dengan lugunya, menggelikan dengan tingkah yang menggemaskan membuat hadirin bertepuk riuh dan gembira. Sampai-sampai ada salah seorang siswa TK yang berani meminta doa sendiri pada juri. Ternyata mereka telah mampu menghafal sedemikian banyak doa dan pengetahuan mereka juga patut dipuji. Begitu pula ketika lomba fardhu kifayah, peserta tiap kelompoknya  berusaha berbuat yang terbaik menurut ketentuan yang telah ditetapkan. Baik ketika  memandikan dan  mengkafani mayit.

Juara sarhil Quran dari SMP 6 sedang membawakan sarhil quran saat Lomba Ramadhan 1431 H di mesjid Istiqamah PT Arun Lhokseumawe, Minggu (22/8)

Sementara itu, beberapa guru Pembina Cut Meitilizar (TK Yapena), Nurhayati dan Mariani (TK Fajar Meutia) mengatakan mereka sangat mengharapkan kegiatan semacam ini perlu dipertahankan untuk tahun-tahun mendatang tidak hanya di bulan Ramadhan saja, tetapi dalam hari-hari besar Islam lainnya dengan menghadirkan jumlah peserta yang lebih banyak, tidak hanya dari sekolahan di Muara Satu saja,  tetapi juga anak-anak yang ada di balai-balai pengajian lingkungan se-Lhokseumawe juga diikutsertakan.

Ketua Kegiatan Ramadhan 1431 H, Ilyas Abd Rahman sedang memberikan hadiah kepada pemenang hafalan do-doa pendek tingkat TK dalam Lomba Ramadhan 1431 H di mesjid Istiqamah PT Arun Lhokseumawe, Sabtu (21/8)

Menanggapi hal itu ketika dikonfirmasi, Ketua BDI Arun H Zainal Yakob amat menyambut baik dan berupaya akan memberikan latihan pelaksanaan fardhu kifayah bagi semua sekolah SMA yang ada di Lhokseumawe, yang akan dipusatkan di Istiqamah Arun, setelah mahir baru diadakan lomba kembali pada peringatan hari besar Islam lainnya. Sebab mereka adalah generasi yang bakal menerima tongkat estafet. Mereka harus bisa memandikan dan mangkafani mayit saudara mereka yang meninggal dunia.

Setelah berlomba dengan ketat, anak-anak pun berhasil menunjukkan kemenangannya di antaranya cerdas cermat TK: 1 TK Yapena, 2 TK Islam Fajar Meutia Batuphat Barat  , 3 TK Darul Bahar Batuphat Timur, dan 4 TK Negeri Pembina. Hafalan doa-doa pendek TK putri: 1 Pahrara TK Yapena, 2 Annisa TK Ajjannah, 3 Zuhra TK Utani, 4 Nana A dari TK Darul Bahar. TK putra: 1 M Giffari TK Yapena, 2 M Uda Sifa TK Darul Bahar, 3 Mahrur Wahid TK Utani, dan 4 Ikmal TK Negeri Pembina. Juara cerdas cermat  SD: 1 SD Min Blang Mane 2, 2 SD Pendidikan Islam Arun (PIA), 3 SD Negeri 2, 4 SD Yapena, sholat berjamaah SD: 1 SD Yapena, 2 SD PIA BDI, 3 SD Negeri 5, 4 SD Negeri 6, dan 5 SD Negeri 4. Hafalan ayat-ayat pendek SD pi: 1 Dini Fahrani SD Yapena, 2 Inayati SD PIA BDI, 3 Farah Salisah SD 2, 4 Mardum A’la SD 6, untuk pa 1 M Rifki SD Yapena, 2 Hadi Maulana SD PIA BDI, 3 M Ambiya SD 6, 4 Abdul Aziz SD 1. Tingkat SMP Sarhil Quran 1 SMP 6, 2 SMP Yapena, 3 MTs Dayah Modern Arun, 4 SMP Islam Pase, Pidato bahasa Inggris: 1 SMP Negeri 6, 2 MTs Dayah Modern Arun. Tingkat SMA fardhu kifayah: 1 MTs Dayah Modern Arun, 2 SMA Negeri 2 Lhokseumawe, 3 Remais BDI, 4 SMA PIM.

Semoga yang telah dipertunjukkan anak-anak kita, dapat menjadi perhatian orang tua agar tetap memperhatikan pendidikan Islam anaknya sehingga apa  yang diharapkan oleh orang tua menjadi anak yang  berguna ke depan nantinya dapat terwujudkan.