Siswi SMA Yapena tengah menanam pohon mangrove di bantaran sungai yang ada di seputaran Kota Lhokseumawe, Sabtu (7/8)

Menyelamatkan lingkungan dari bencana kerusakan demi anak cucu di kemudian hari benar-benar diwujudkan PT Arun dan Yapena dengan melakukan  kerja sama  menanam 3150 pohon mangrove di bantaran sungai desa lingkungan PT Arun  Lhokseumawe, Sabtu (7/8)

Menurut Ketua Pelaksana Hasan Basri pada haba Rakyat, untuk melaksanakan program pemerintah dalam mengatasi global warning dengan semboyan one man one tree, kegiatan  menghijaukan bantaran sungai mendapat dukungan penuh pihak PT Arun dan Yapena dengan menerjunkan 240 siswa SMA Yapena, 13 guru, dan karyawan PT Arun. Kegiatan Go Green dimulai pukul 07.00 dan berakhir 12.00 ini mengambil lokasi bantaran Krueng Geukueh dan Krueng Mamplam Desa Blang Panyang Lhokseumawe.

Penghijauan kali ini merupakan yang keempat kalinya sejak dilaksanakan tahun 2009 lalu. Awalnya bekerja sama dengan Pemko Lhokseumawe menanam 200 pohon mahoni, Juni 2010 bersama SMP 7, SMK 7, SMP 8, SMP 6, SMA 7, dan SMP Islam Pase menghijaukan lingkungan sekolah dengan 250 tanaman, Juli 2010 dengan bantuan BLHK Lhokseumawe menanam 1000 pohon, dan Agustus 2010 ini yang ditanam 3150 pohon mangrove. Beliau juga mengharapkan sekolah yang ada di Lhokseumawe dapat mensukseskan program pemerintah ini demi keselamatan kita semua, khusus penanaman berikutnya setelah lebaran nanti pihaknya akan bekerja sama dengan semua sekolah dan ponpes Lhokseumawe untuk  menghijaukan lingkungan sekolah secara serentak.

Kegiatan positif ini perlu didukung penuh, sebab di sini kita coba memupuk cinta lingkungan, terjadi kerja sama sekaligus mengenalkan lingkungan setempat kepada para siswa. Jika lingkungan terjaga dengan baik, dapat  membuat kita sehat dan terhindar dari bahaya, demikian harapan dan kesan yang disampaikan kepala sekolah SMA Yapena Drs. Zulkifli Siregar menanggapi kegiatan ini.