Untuk menumbuhkan sekaligus meningkatkan etos kerja yang islami di kalangan guru dan pegawai serta menghasilkan prestasi kerja yang dapat memuaskan semua pihak, Yayasan Pendidikan Arun (Yapena) mengadakan kegiatan pencerahan kinerja guru bernuansa islami di aula SMP Swasta Yapena Jln Cilacap Batuphat Lhokseumawe pada Jumat (7/5)
Sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan ini antara lain untuk pembinaan dan penambahan pengetahuan agama bagi guru dan pegawai, diupayakan semakin menimbulkan semangat baru dalam bekerja dan kehidupan yang benar menurut ajaran Islam, demikian antara lain harapan yang dikemukakan Direktur Pendidikan Yapena Bachtiar Yusuf saat memimpin acara pencerahan di depan 127 orang guru dan pegawai Yapena.
Kegiatan yang melibatkan guru TK, SD, SMP, SMA, dan pegawai Yapena ini dimulai pukul 14.00 menampilkan pembicara Dr. Hasan Basri, MA dari Jakarta. Beliau menyampaikan beberapa hal yang harus menjadi perhatian bagi setiap insan yang bekerja, antara lain potensi kerja, cakupan ajaran Islam dalam bekerja secara umum, menumbuhkan budaya kerja yang ikhlas, hirarki nilai kerja, semangat kerja, akuntabilitas, dan peningkatan kerja.
Ditambahkannya bahwa dalam bekerja seseorang itu haruslah mengaitkannya dengan Islam tempat bersumber demi keberhasilan yang hakiki, antara lain: 1 ajaran Islam meliputi iman, ilmu, dan amal haruslah benar-benar dipadukan. Perpaduan ketiga aspek ini melahirkan muslim yang dinamis, kreatif, dan inovatif. Iman sebagai pondasi awal, sedangkan ilmu adalah penuntun dalam beramal. Amal tanpa iman akan sia-sia. Ilmu tanpa amal akan hampa, 2 Islam mendorong umat agar senantiasa meningkatkan kinerjanya. Karena itu, dalam setiap amal baik akan diberi reward olah Allah, 3 bekerja yang benar dengan tepat waktu, sesuai program yang disusun sistematis dan berdasarkan ilmu yang dimiliki, professional, dan bekerja karena cinta pada pekerjaannya, 4setiap bekerja hendaklah diniatkan ikhlas kepada Allah, bekerja dengan gairah kerja yang tinggi, memiliki visi ke depan terhadap setiap perkerjaan yang dilakukan, bekerja sesuai panggilan jiwa, dan bekerja untuk mendapatkan prestasi baik untuk diri sendiri maupun orang lain
Acara yang digagas Yapena berakhir dengan sesi tanya jawab, di antaranya M Yusan Riyanto mengajukan pertanyaan bagaimana menguatkan spiritual Islam dalam pendidikan, apa yang harus dilakukan jika pekerjaan yang dikerjakan tidak sesuai dengan keahlian, serta Syahabuddin menginginkan integritas ilmu dengan islamisasi sains yang dijawab nara sumber sesuai dalil dalam Al Quran yang sungguh memuaskan peserta.