Perpisahan adalah suatu hal yang mesti dilalui bagi semua orang, terlebih bagi mereka yang masih duduk di bangku sekolahan. Kegiatan tahunan ini kerap dilakukan di setiap sekolah yang akan melepas siswa kelas akhir. Begitu pula yang dilakukan salah satu sekolah swasta yang ada di Aceh. Setelah berkutat dengan UN dan UAS sejak 22 – 31 Maret lalu, demi mengekalkan hubungan batin antara guru dengan siswa, dan bersiap-siap menuju gerbang kemandirian, Jumat malam (9/4) OSIS SMA Yayasan Pendidikan Arun (Yapena) mengadakan acara tutup tahun ajaran dan perpisahan khusus bagi siswa kelas XII di Multi Purpose Building, Batuphat, Lhokseumawe.

Dalam amanatnya di hadapan management PT Arun, Camat Muara Satu, Komite Sekolah, orang tua siswa, dan Kepala – kepala sekolah, serta siswa kelas X, XI, dan XII, Kepala SMA Yapena Drs. Zulkifli Siregar mengatakan bahwa tahun ini siswa kelas akhir yang dilepas sebanyak 142 siswa terdiri dari 73 siswa IPA dan 69 siswa IPS.

Beliau juga berharap agar para siswanya dapat menjadikan materi didik yang telah diterima selama ini bisa digunakan sebagai bekal hidup di tengah-tengah masyarakat. Setelah tamat hendaknya dapat berbuat banyak untuk masyarakat sekelilingnya, karena dengan berbuat, hidup kita akan berguna dan bermakna, jangan cepat merasa puas dan terlena dengan keadaan yang menghantui diri kita sendiri. Ingatlah, semua siswa harus mempelajari masa lalu, memikirkan masa kini, dan merencanakan masa depan yang gemilang.

Perpisahan tahun ini merupakan angkatan ke-28 sejak berdirinya SMA di lingkungan PT Arun yang telah menghasilkan lulusan sebanyak 3356 orang dan angkatan ke-9 setelah adanya Yapena yang menghasilkan lulusan 1868 orang. Angkatan tahun ini juga diharapkan bisa lulus 100 %, bahkan menghasilkan lulusan dan dapat diterima di Perguruan Tinggi mencapai 70 % seperti tahun lalu.
Para lulusan nantinya dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan hidup yang lebih besar, yang berbeda jauh dengan sewaktu di bangku SMA. Di Perguruan Tinggi, anda akan hidup mandiri dan menghadapi paradigma belajar, belajar sudah menjadi kebutuhan, anda dituntut berinisiatif, demikian harapan yang disampaikan Ketua Umum Yapena yang diwakili Direktur Pendidikan Yapena, Drs. Bachtiar Yusuf, MBA.

Perpisahan ini menimbulkan kesan yang mendalam bagi hadirin. Tepuk riuh memecah kensunyian manakala acara kesenian ditampilkan. Kesenian Sabang Merauke yang dikemas apik oleh Erwin Safruddin Pembina kesenian Yapena, di antaranya tarian ranup lampuan, panglima perang dari Tanah Rencong, tari piring dari Sumatera Barat, melayu Deli, jali-jali dari Betawi, perang khas Papua, saman, dan ditambah dengan gerakan pantomim yang lucu benar-benar menggambarkan keutuhan dan persaudaraan yang erat sehingga di antara sesama pelajar terikat hubungan batin yang dalam. Hal tersebut tampak jelas saat group band kelas XII melantunkan beberapa tembang untuk teman seperjuangan “Banta” yang tak bisa menghadiri acara perpisahan karena telah dipanggil Yang Kuasa beberapa hari lalu.

Selesai acara kesenian, pihak OSIS SMA Yapena berkesempatan memberikan cendramata buat abang dan kakak terfavorit Nanda Suhada dan Sherly Novita, dan tanda ucapan terima kasih untuk bapak dan ibu guru yang diterima langsung oleh Kepala SMA Yapena Drs. Zulkifli Siregar, serta foto bersama sebagai kenang-kenangan terindah selama duduk di bangku SMA.