Orang mukmin merupakan salah satu makhluk Allah yang dipanggil-Nya dalam Al Quran selain manusia. Orang mukmin atau orang yang beriman adalah makhluk Allah yang telah yakin benar akan hari berbangkit dengan keimanan yang teguh, hati yang suci, dan dalam keadaan redha kepada Allah, menerima apa adanya, tidak berkeluh kesah, serta senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya.
Ada tiga perkara yang wajib diperhatikan oleh setiap mukmin dalam segala keadaan yaitu:
1. melaksanakan petintah-Nya,
2. menjauhkan diri dari segala yang haram,
3. ridha dengan hukum-hukum dan ketentuan Allah.

Ketiga perkara ini jangan sampai tidak ada pada diri orang mukmin yang benar-benar beriman pada Allah. Tidak cukup hanya diketahui, diucapkan, tetapi benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan. Oleh karena itu, setiap mukmin yang ingin kembali dalam keadaan suci, maka ia harus memikirkan ketiga perkara ini, bertanya pada dirinya tentang perkara ini, dan anggota tubuhnya melaksanakannya.

Tiap-tiap mukmin yang telah diciptakan Allah dan ingin kembali dalam keadaan suci, mestilah ia melaksanakan perintah-Nya dengan penuh keikhlasan menurut kemampuan dan tidak mengitung-hitung berapa banyaknya, seperti yang telah ditempuh Nabi Muhammad dan sekali-kali tidak mengubah jalan itu

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” ( Al Baqarah 286.)
Orang mukmin baik laki maupun perempuan adalah mereka yang dapat menjaga perasaan malu pada diri sendiri, orang lain, dan terlebih pada Allah Sang Maha Pencipta. Apapun yang dikerjakannya senantiasa diiringi oleh hatinya yang terus berzikir pada Allah sehingga perbuatan dan ucapannya mampu menyejukkan orang lain, tidak membuat sakit hati, serta mendatangkan kebahagiaan.

Dengan zikir kalbunya itu orang mukmin senantiasa khusuk dalam shalat. Tidak hanya ketika shalat, tetapi juga dalam kesehariaannya. Kekhusukannya tampak jelas dalam kehidupannya. Ia akan bersikap merendah dan tidak menyombongkan diri. Karena ia yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa sebenarnya yang pantas sombong itu hanya Allah semata.
Perkataannya juga benar, benar di hadapan Allah dan benar pula di hadapan semua makhluk ciptaan-Nya, tidak mengada-ngada, dan tidak pula dusta. Yang benar tetap dikatakan benar, yang salah tetap salah (Al Mukminun 1-11)
Sebenar-benar mukmin adalah mereka yang patuh pada Allah dan Rasul-Nya dan sekali-kali tidaklah berbuat durhaka, baik secara terang-terangan, atau sembunyi-sembunyi.(Fathir 38)

Kepatuhan dan ketaatan orang mukmin sesuai perkataan dengan perbuatan. Allah memang melarang hal yang tidak demikian. Janganlah kamu mengatakan sesuatu jika kamu tidak melakukannya. Inilah yang kerap dihindari orang mukmin karena mereka merasa takut akan azab-Nya. Lagi pula apa yang mereka perbincangkan disaksikan Allah. (Al Mujaadilah 7)

Orang mukmin tetap patuh untuk mengingat Allah setiap saat seiring tarikan nafas mereka, dimana pun, dan pada saat bagaiman pun, siang dan malam, senang atau susah. Hati mereka tetap berzikir mengingat akan kebesaran dan keagungan maha pencipta. Karena inilah yang di kehendaki Allah pada diri orang mukmin.
Barang siapa selalu mengingatku tidak ada waktu baginya meminta kepadaku, maka Aku akan memberi yang lebih baik daripada yang kuberikan kepada orang yang meminta-minta(Al-Baqarah 152)

Dalam mengingat Allah akan kasih sayang dan rahmat-Nya yang sungguh besar, orang mukmin melantunkanya dengan suara lemah lembut, tidak dengan suara yang keras, dengan merendah diri dan rasa takut kepada Allah sepanjang hayatnya. Semua itu dilakukan dengan penuh kesabaran. Tidak lupa untuk bertobat, tidak jemu memohon ampun pada-Nya siang dan malam dan terus bertauhit pada Allah dan tidak menyekutukan-Nya.(Al-Araaf 205)

Orang mukmin dalam keseharianya, baik ketika bekerja dan menghasilkan sesuatu, bergaul, dan sebagainya, mereka akan senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah yang dapat mendatangkan petaka bagi diri dan keluarganya. Insan mukmin berupaya menjaga ketentraman batin dan ibadahnya yang dapat merusak kesucian dirinya dari hal-hal yang dilarang Allah.(Al A’raaf 33)

Mereka orang-orang mukmin tidak akan berbuat tercela, tidak menggunjing atau memfitnah, tidak iri pada sesama, dan saling mengasihi ketika hidupnya, meringankan beban hidup saudaranya, serta berserah diri dan tawakal kepada-Nya. (Al Hujurat 11) (An Nisa 32) (Ali Imran 92) (At Talaq 3)

Orang mukmin yang benar-benar beriman adalah mereka tidak mau dikatakan sebagai manusia yang merugi. Mereka yakin dan memahami benar dengan yang dikatakan dalam Al Quran yang diturunkan Allah sebagai petunjuk, pedoman dan anggota tubuhnya melaksanakannya, serta tidak melanggar perintah Allah.

Orang mukmin yang dekat dengan Allah, setiap ada orang yang memakinya atau menghina, ia akan tetap sabar dan bersyukur pada-Nya. Ia akan berfikir positif bahwa dalam dirinya masih ada kekurangan dalam beribadah kepada Allah. Sebaliknya , bila banyak yang menyenangi dirinya, laki-laki atau perempuan, musuh atau lawan, ia akan semakin merendah dan tawaduk kepada Allah. Yang disenangi bukanlah kecantikan atau ketampanan, tetapi karena di dirinya telah terpancar Nur cahaya Illahi. Orang mukmin seperti ini tidaklah memerlukan nama besar, pangkat, harta, dan sebagainya, tetapi kesederhanaan dan keridhaan Allah semata.

Karena orang mukmin itu dekat dengan Allah, maka Ia memberi rahmat kepadanya, dilindunginya dari mara bahaya dan azab neraka. Mereka diberi kebahagiaan di surga, bersatu dengan Allah dan diberi nikmat oleh-Nya, dan hidup kekal di dalam surga selama-lamanya.
Amin………!!!!!