Untuk memasyarakatkan kegiatan Pramuka Penegak bagi masyarakat khususnya kaum muda dan meningkatkan prestasi anggota Pramuka di wilayah Kota Lhokseumawe, SMA 5 Lhokseumaawe mengambil inisiatif menggelar Temu Karya Penegak 2010, Sabtu (30/1) di Bumi Perkemahan Lapangan Bola Paya Punteut, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe.
Kegiatan perkemahan dua hari yang diikuti 200 peserta Penegak dan Pembina ini dibuka secara resmi oleh Bapak Koramil Muara Dua setelah lebih dulu dilakukan pengibaran bendera Merah Putih oleh Saka Bahari Lhokseumawe. Selaku Pembina Upacara, Kak Didik, berpesan agar Temu Karya Penegak Kota Lhokseumawe ini menjadi pemacu generasi muda mengisi kehidupannya dengan kegiatan bermanfaat dan dapat menjadi ujung tombak pembangunan bangsa ke depan. Pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang positif yang perlu mendapat dukungan pemerintah daerah, dan mengharapkan agar anak-anak muda yang ikut dalam kegiatan Pramuka, khususnya yang ikut dalam perkemahan Temu Karya Penegak tahun 2010 ini dapat menjadi penerus bangsa yang jauh dari narkoba dan teladan bagi generasi muda lainnya dalam mengisi waktu luang dengan kegiatan positif.
Sementara itu, Kak Sabar Simbolon, selaku Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan laporannya bahwa kegiatan Temu Karya Penegak 2010 ini diikuti anggota Pramuka Penegak yang terbagi dalam 18 Gudep Pa/Pi yang berasal dari 10 sekolah SMA yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara seperti SMA 1, 3, 5, SMK 3, SMK Karya Beringin, SMA Nisam Antara, MAN Lhokseumawe, SMA Swasta Yapena, Misbahul Ulum, serta Saka Bahari. Kegiatan akbar awal tahun ini diisi dengan berbagai materi lomba, baik untuk penegak putra maupun putri di antaranya Paskibra, Teknologi dan Komputer, Senitari, Pionering, Design grafis, LKBB resmi, P3K, dan Karapan sapi,
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta berusaha menampilkan yang terbaik buat gudep masing-masing. Teriknya mentari tidak begitu mereka rasakan. Semuanya tampak enjoy dan menyenangkan dalam mengikuti setiap materi lomba. Ada yang lucu, menggelikan, dan menarik simpati kakak-kakak Pembina yang menilai kegiatan tersebut. Terlebih saat peserta mengikuti kegiatan pioneering. Selain kekompakan sangga, juga dituntut kerapian dalam mengikat tali pada stok yang digunakan dengan memperhitungkan waktu yang disediakan.
Pada Minggu sore (31/1) kegiatan akbar Temu Karya Penegak 2010 ini ditutup secara resmi oleh Camat Muara Dua sekaligus memberikan hadiah bagi juara umum putra MAN Lhokseumawe dan juara umum putri SMA Swasta Yapena. Dalam kata pisahnya Kak M Rizal mengatakan bahwa dirinya merasa bangga melihat adik-adik Pramuka yang mengikuti kegiatan ini dan mengharapkan kegiatan ini dapat berkesinambungan, adik-adik Pramuka Penegak dan Saka Bahari tidak ikut-ikutan meniru anak muda lainnya yang tidak aktif mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif. Yakinkan pada diri sendiri, selagi masih muda tingkatkan terus kegiatan penunjang prestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. Semoga……..!

“Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh, Indonesia, edisi 91, Minggu Kedua Februari 2010, hlm 8