Untuk menumbuhkembangkan kreativitas dan mempererat silatarrahmi di kalangan generasi muda Islam Aceh agar tidak terjebak dalam pemahaman dikotomi antara dunia dan akhirat, OSIS SMA Yapena bekerja sama dengan Remaja Mesjid Istiqamah (Remais) Arun pada Sabtu dan Minggu (20-21/2) mengadakan acara Festival Nasyid Se-Aceh 2010 di gedung Multipurpose Building PT Arun, Batuphat, Lhokseumawe.
Acara dimulai pukul 09.30 diawali laporan Ketua Panitia Nasyid Se-Aceh 2010. Dalam laporannya M. Agil Aditya Putra mengatakan lomba nasyid 2010 ini diikuti 28 group nasyid yang tersebar di Provinsi Aceh, dengan rincian 17 group putra dan 11 group putri dengan juri bertaraf nasional.

Lebih lanjut Ketua Pelaksana yang juga siswa kelas XI IPA -1 SMA Yapena mengutarakan di depan manajement PT Arun, Walikota Lhokseumawe, Pengurus Yapena, dan Komite Sekolah ajang lomba ini merupakan yang keenam kalinya sejak dilaksanakan pertama kali tahun 2004 untuk wilayah Lhokseumawe dan seluruh Aceh baru yang pertama tahun ini. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang kreativitas generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan agama serta agar tidak terjebak oleh arus yang tidak benar, dan sebagai umat Islam yang benar-benar mampu melaksanakan iman dan ilmu dalam kehidupan nyata.

Ketika membuka kegiatan lomba, Mursyid Yahya yang mewakili Walikota Lhokseumawe mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kota Lhokseumawe dan khususnya Dinas Syariat Islam, menyambut baik kegiatan dakwa lewat nasyid ini. Bila kita telah mencintai Islam tentulah akan menimbulkan rasa sayang akan seni ini. Terlebih semua lagu yang ditampilkan bernuansa Islam.

Kepala Dinas Syariat Islam Lhokseumawe itu menambahkan, hidup tanpa seni tidak indah, hidup dengan agama terarah, jadi kedua-duanya harus seiring sejalan. Dan beliau juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh manajement PT Arun, BDI, jajaran Yapena, atas kepeduliannya mensyiarkan agama Islam di kalangan generasi muda melalui kegiatan lomba nasyid seraya memberikan lampu hijau dengan niat mengagendakan kegiatan ini masuk kalender tetap Pemda Kota Lhokseumawe dan Dinas Syariat Islam serta diupayakan masuk dalam kegiatan MTQ.

Sementara itu, Ridwan Ishak mewakili manajement PT Arun menyambut baik aktivitas bernafaskan Islam ini dan mendukung sepenuhnya, jangan jadikan bersifat insidentil semata tetapi dapat berlangsung terus-menerus, karena acara ini bisa menyalurkan bakat seni berbasis Islam dan memupuk silaturrahim antara peserta.

Acara yang digelar dua hari ini menampilkan lagu-lagu wajib “ Suci Sekeping Hati, Syukur Hamba, Rasulullah, Alhamdulillah, Anugerah Terindah, dan Sebiru Hari Ini” bisa lebih eksis lagi, untuk tahun mendatang dapat diikuti peserta lain dari luar Aceh seperti yang dijanjikan Kadis Syariat Islam Lhokseumawe, bila telah benar-benar masuk dalam kalender Dinas Syariat Islam.

Harapan senada juga dilontarkan Hanafiah dari MAN Jemala Amal Leung Putu Pidie Jaya yang menyampaikan bahwa semua peserta senang apalagi untuk menunjang keberhasilan di masa yang akan datang. Daripada berbuat yang tidak-tidak kan lebih baik melantunkan lagu bernuansa Islam karena kegiatan ini mengarahkan para generasi Islam ke arah yang lebih baik sehingga tidak terpancing dengan dikotomi antara dunia dan akhirat seperti yang disampaikan ustad Faisal dalam ceramahnya mengawali kegiatan ini.

Pada akhir acara, manajement PT Arun dan Pemkot Lhokseumawe, yang diwakili pihak penyelenggara M.Yusuf Abdullah, M.Pd. memberikan cindera mata bagi tiap pemenang: kelompok putra juara 1 group nasyid Fazri SMA Yapena, 2 group Aneuk Nanggroe SMA Modal Bangsa Banda Aceh,3 group Genada Pesantren Gontor 10 Aceh Besar, dan juara harapan group Alma’ Hadi Pesantren Misbahul Ulum Paloh Lhokseumawe, sedangkan bagian putri juara 1 group Salsabila SMA Dewantara Aceh Utara, 2 group Aneuk Nanggroe SMA Modal Bangsa Banda Aceh, 3 group Gaza SMAN-1 Lhokseumawe, dan pemenang harapan group Salwa dari Yapena.

“Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh Indonesia, edisi 92 Minggu Keempat Maret 2010, hlm 8