Kemarin….ketika aku muda

engkau tersenyum manis

belaianmu hangat merasuk jiwa

tak berkeluh

meski engkau mulai rapuh

tak marah

meski kami bersalah

Nenekku……

engkaulah lembayung cinta

bagi kami berbagi rasa

hari-hari bersama

berbonceng ria di sepeda tua

canda tawa

hilangkan penat dahaga

di sepanjang jalan kota kita

Nak Satinem…..

nenek bijak kalahkan aku

meski tak makan sekolahan

nenek tetap jempolan

Nenekku………..

berbunga cinta hidupku

dalam dekapanmu

sejak ditinggal ayahku

yang alpa dari matamu

Nenekku………

engkau mamak bapakku

engkau riang selalu

engkau begitu memikat hati

engkau hebat engkau kuat

bersihkan ladang bersihkan lingkungan

tanpa harap belas kasihan

Nenekku……….

di sini di kota ini

kuberdoa pada Illahi

semoga abadi

dalam naungan kasih Illahi

Binjai, 02 Maret 2009