Usaha peningkatan mutu dan pembinaan Pramuka di Indonesia di mana pun yang kita lakukan adalah tetap sinergi dalam tema besar, bahwa gerakan Pramuka memiliki satu cita-cita menjadikan seluruh generasi muda mencintai bangsanya dengan berbuat nyata, benar-benar telah diwujudkan oleh Majelis Edukasi Gerakan Pramuka Antar Pesantren (Megatren) dengan mengadakan lomba kepramukaan khusus bagi Pondok Pesantren se-Sumatera ke IX pada Minggu (21/2) di Bumi Perkemahan Lanal Marinir Rancong, Batuphat, Lhokseumawe, yang dibuka Kamaruzzaman Asisten 2 Walikota Lhokseumawe

Beliau menyampaikan amanatnya bahwa pendidikan Pramuka sangat dibutuhkan oleh pemerintah dalam penyelamatan generasi bangsa dari pengaruh globalisasi, tindakan amoral, dan pemakaian obat-obat terlarang. Pramuka tidak ada diselimuti oleh politik dan seperatisme radikal keras.

Perkemahan antar Pondok Pesantren ini berlangsung dari tanggal 21-25 Februari 2010 dengan tuan rumah Pondok Pesantren Modern Misbahul Ulum Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe mengangkat tema Bina Ukhuwah Gali Potensi Raih Prestasi. Kegiatan harian yang meliputi 5 tahap antara lain: kelompok keagamaan, ketrampilan pramuka, keilmuan, penyuluhan tentang ketahanan dan bela Negara, dan donor darah. Perlombaan ini dirancang dan dikemas dalam Total Out Door Method yang menggunakan metode alam terbuka dengan harapan agar nantinya metode ini dapat mewarnai khazanah dunia pendidikan secara umum dan kepramukaan secara khusus. Masing-masing peserta mengikuti kegiatan lomba pengetahuan kepramukaan, bidang keagamaan, keilmuan, kesenian, dan permainan olah raga.

Dalam laporan saat upacara pembukaan, Kak Sarwoko, SH mengatakan bahwa perkemahan akbar dengan moto Alam Terbentang Jadikan Guru kali ini diikuti setiap pesantren mengirimkan wakil utusannya dua regu penggalang masing-masing regu 11 orang dengan 1 pembina 1 juri dengan jumlah peserta seluruhnya 600 orang.
Selain itu, tambah Ketua Pelaksana perkemahan ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan: menumbuhkembangkan bakat, minat, prestasi, semangat dan sportivitas para santri Pondok Pesantren se-Sumatera dalam kegiatan Pramuka, mengajak seluruh masyarakat Aceh khususnya dan lembaga pendidikan umumnya untuk semakin peduli terhadap pembinaan generasi muda dan kepramukaan dalam pembangunan dengan pengembangan metode-metode alam terbuka, serta meningkatkan kualitas pembinaan pramuka bagi santri dengan sasaran pengembangan mental, disiplin fisik, ilmu pengetahuan, pengalaman, dan ketrampilan.

Untuk mencapai sasaran dan tujuan Lomba Perkemahan Pramuka Penggalang (LP3) Se-Sumatera Ke IX Tahun 2010 ini, bumi perkemahan dibagi menjadi 10 camp. Pada setiap sub camp dibagi lagi 10 lagi dengan seorang leader dan leader staff. Dalam setiap campnya terdapat top leader yang tugasnya mengarahkan peserta dalam setiap kegiatan lomba.

Acara akbar ini ditutup pada Kamis (25/2) oleh Kamaruzzaman Asisten 2 Walikota Lhokseumaawe. Beliau mengucapkan banyak teimakasih pada panitia yang telah mengadakan acara akbar ini dan secara positif menilai kegiatan sukses dilaksanakan. Dalam acara penutupan ini ditampilkan tarian-tarian daerah dari Gayo Lues yang dibawakan oleh Ponpes Darul Iman Kabupaten Aceh Tenggara, tari Didong dari Ponpes Kabupaten Bener Meriah, tarian adat Minangkabau dari Ponpes Al Manar Banda Aceh, dan tarian Tortor/Onang-onang dari Ponpes Al Abrar Padangsidempuan, Tapanulis Selatan, Sumatera Utara.

Pada akhir acara, kegiatan pemberian cindera mata dan pembagian hadiah bagi peserta yang menang dalam perlombaan. Juara umum 1 Ponpes Al Manar Dua Banda ACeh, 2, Ponpes Al Manar Satu Banda Aceh, dan 3 Ponpes Gontor 10 Aceh Besar.

“Telah dimuat di SKU haba Rakyat, Langsa-Aceh Indonesia, edisi 92 Minggu Keempat Maret 2010, hlm 8