Ayahku adalah cahaya

di pagi buta

dibangunkannya kami semua

tuk selalu ingat pada-Nya

mengisi lembaran putih

menghias raga dengan cahaya Illahi

dengan niat suci

kelak anak bini tentramlah diri

Ayahku adalah cahaya

lembut tutur bahasa jiwa

menerangi mata batin ini

senantiasa sabar dalam berkarya

tanpa mengeluh meski sedang tersiksa

Ayahku adalah cahaya

yang berkilau tiada henti

yang menerangi mata hati

bersyukur banyak atas rezeki

dan tidak suka  ingkar janji

yang kasih pada sesama

selagi ada atau tiada

Ayahku adalah cahaya

panutan diri di mana suka

teguh kata penuh makna

buat kita makin percaya

mengarungi bahtera damai sentosa

Ayahku adalah cahaya

suri teladan anak bangsa

jadikan diri idola tanpa cela

menerangi malam kami

menerangi rasa rindu kami

menerangi langkah kami

dengan cahaya jiwa tak pernah padam

Ayahku adalah cahaya

bagi emak adik sekeluarga

teladan tiada banding di mana saja

yang dipercaya memegang amanah

membela diri meski dihentak gelombang

tapi tidak sakiti orang

Ayahku adalah cahaya

cahaya yang tetap menerangi

menyiramkan benih-benih cinta

tanpa batas bagai air mengalir

yang membasahi raga jiwa

membekas nikmat tanpa perlu disesali

sampai kini cahaya itu masih ada

Lhokseumawe, 9 Februari 2010

22.00