Ayah……………….!!!

jiwamu tegar.

setegar karang di samudera luas.

tak bergeming.

meski badai menghantam keras.

sorot matamu.

tajam menusuk kalbu.

buatku takut menggunung seribu.

Sekali waktu.

halilintar tampak di wajahmu.

saat menatap kursi merah menghias raporku.

aku malu.

meski engkau diam membisu.

Ayah…..!!!

kasih sayangmu.

jadi kembang pujaanku.

Keteladananmu.

bagai mutiara menyelimuti bumi.

yang tak ada henti.

Ayah……….!!!

di kejauhan ini.

kuberdoa pada Illahi.

semoga dirimu abadi.

berlimpah rahmat dalam syurgawi.

Lhokseumawe, Des 96