Wahai guruku………….
engkaulah pengabdi bangsaku
pemberi nur kehidupan
bagai rembulan dan matahari
yang tiada henti
mengalirkan butir ilmu ke muara
tiada terbatas bagai air mangalir

oh guruku………..
sucinya hati hidupmu
menghiasi dada – dada tak berdosa
sucinya hatimu
menerima keluhan
membuka mata kealpaan kami
yang tetap tegar
berkapur putih di tangan

guruku……..
tanpa dirimu kami tak berarti
tanpa dirimu tiada pemimpin kami
tanpa dirimu kami buta
tanpa dirimu kami sengsara

guruku……….
engkaulah mutiara hidupku
pendidik bangsaku
pemimpin sejati
yang bergerak pahala
sampai di pintu pengabdian kita pada-Nya

Lhokseumawe, Januari 91